Puasa Ramadan, Kesehatan Hati, dan Cerita Dramatis IGD

  • 28 Feb 2026 11:52 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandar Lampung - Podcast "Cerita dari Luar IGD" menghadirkan obrolan santai namun mendalam antara Raditya Dika dan dokter Gia Pratama. Dalam episode berdurasi 47 menit itu, mereka membahas puasa Ramadan dari perspektif kesehatan, pengalaman dramatis di ruang gawat darurat (IGD), hingga refleksi hidup dan kreativitas.

Dokter Gia mengawali cerita dengan pengalamannya mengikuti ekspedisi kemanusiaan di Aceh pasca-bencana. Ia mengaku justru terkesima dengan ketabahan warga lokal yang bertahan di tengah keterbatasan. "Ternyata pas pulang aku malah dapat banyak dari orang Aceh tentang ketabahan dan kesabaran. Luar biasa," kenangnya.

Dalam diskusi tentang kesehatan, dokter Gia mengajak Radit untuk merenungkan keajaiban tubuh manusia. Ia membandingkan organ tubuh dengan mesin buatan manusia, seperti bola mata yang memiliki resolusi 576 megapiksel atau jantung yang mampu bekerja tanpa henti selama puluhan tahun. Menurutnya, tubuh adalah "produk canggih" ciptaan Tuhan yang membutuhkan buku panduan, yaitu Al-Qur'an. "Puasa itu bukan cuma diwajibkan karena agama, tapi ternyata punya banyak fungsi kesehatan," tegasnya.

Salah satu poin penting yang diangkat adalah fungsi puasa dalam memberi istirahat pada organ hati (lever). Dokter Gia menjelaskan bahwa hati adalah organ terbesar dengan lebih dari 500 fungsi, termasuk menyaring racun (detoksifikasi). "Puasa itu seperti memberi hati kita waktu untuk istirahat dari beban penyaringan terus-menerus, sehingga proses detoksifikasi jadi lebih optimal," paparnya. Ia juga mengingatkan bahaya alkohol yang dapat menyebabkan sirosis atau pengerasan hati.

Sesi refleksi juga mewarnai podcast ini. Raditya Dika mengaku menyesal tidak pernah menempuh pendidikan formal di bidang perfilman. "Seandainya bisa balik waktu, aku pengin sekolah film secara formal," ungkap penulis buku "Kambing Jantan" itu.

Cerita dramatis khas IGD tak ketinggalan. Dokter Gia berbagi pengalaman menolong persalinan darurat di kamar mandi apartemen, tepat saat akan berbuka puasa. Dengan peralatan seadanya, ia memandu proses kelahiran dan bahkan menggunakan gunting dapur untuk memotong tali pusar. "Bayi ini akan cerita bahwa dia lahir di kamar mandi, tapi dibersihkan di wastafel," selorohnya.

Di segmen akhir, mereka membahas momen Ramadan sebagai momentum tepat untuk berhenti merokok. Dokter Gia menekankan keputusan harus datang dari dalam diri. Ia menceritakan kasus menyedihkan seorang istri yang kehilangan ayah dan suaminya akibat penyakit terkait rokok. "Dua laki-laki yang paling dia cintai direnggut oleh rokok," ujarnya pilu.

Podcast ditutup dengan pesan tentang pentingnya menangkap ide, bukan mencarinya. Radit berbagi kebiasaannya menulis sejak SMA, yang ia ibaratkan sebagai "pohon ide" yang terus berbuah. "Ide itu bukan dicari, tapi ide itu ditangkap," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....