Tiara Andini Buka Suara Soal Idol dan AI
- 03 Feb 2026 13:27 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandar Lampung - Dalam podcast yanb berjudul "Tiara Andini dan Puluhan Hewannya", Raditya Dika berbincang dengan penyanyi Tiara Andini. Percakapan mereka mengulik perjalanan Tiara dari Jember hingga menjadi runner-up Indonesian Idol Season 10, lengkap dengan lika-liku mental, culture shock, serta tantangan di era media sosial seperti hate comments dan ancaman deepfake AI.
Awalnya, keduanya pernah berpapasan di pesawat menuju Kebumen via Yogyakarta. Saat itu, Tiara ragu menyapa karena Raditya tampak tertutup dengan masker, hoodie, dan headphone. Tiara juga berbagi cerita tentang rutinitasnya yang padat, sering terbang untuk manggung, dan kelelahan karena harus merias diri sendiri untuk setiap penampilan.
Sebelum tenar, Tiara mengawali karier dengan menyanyi di pernikahan berlanggam Tionghoa di Jember. Ia menghafal lagu Mandarin meski tak sepenuhnya paham liriknya. Di usia 15-16 tahun, ia mengikuti The Voice Indonesia namun gagal dan videonya tak tayang. Kegagalan itu menimbulkan trauma hingga membuatnya mogok menyanyi. Berkat dorongan orang tua dan teman, setahun kemudian ia memberanikan diri audisi Indonesian Idol.
Di audisi Idol Surabaya, Tiara mendapatkan "Titanium Ticket" pertama dari Judika—tiket langka yang meloloskan kontestan langsung meski ada juri yang memberikan vote "no". Ia pun menjadi satu-satunya pemegang tiket tersebut yang bertahan hingga final sepanjang sejarah Idol. Mentalnya pun berubah: "Aku cuma mikir, tampilin yang terbaik, terserah hasilnya," ujarnya. Filosofi itu membawanya hingga finis sebagai runner-up.
Pindah dari Jember ke Jakarta membawa banyak kejutan budaya bagi Tiara. Ia sempat mengira panggilan "aku-kamu" itu genit, bingung dengan pertanyaan seputar zodiak, dan terkejut dengan perbedaan harga makanan yang signifikan.
Menariknya, di final Indonesian Idol, Tiara justru berdoa untuk menjadi juara dua. "Ya Allah aku pengin pulang. Semoga aku juara dua," kenangnya. Ia merasa Lily lebih layak menjadi juara. Meski akhirnya mendapatkan mobil sebagai hadiah, pernyataannya itu justru memicu bullying dari netizen. Tiara mengakui butuh proses panjang, dari berbagi dengan sahabat hingga bantuan profesional, untuk menerima dan mengatasi hate comments.
Pembahasan juga menyentuh bahaya teknologi AI. Tiara menceritakan adanya video deepfakedirinya yang dibuat seolah sedang meniup suling di sebuah pernikahan. Raditya Dika menambahkan dengan contoh-contoh deepfake absurd lainnya. Tiara pun berkomentar, "Oh my God, itu bahaya banget. Aku merasa AI makin ke sini kok tidak semenyenangkan itu ya."
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....