Dian Sastro Ungkap Strategi Rebranding dan Bisnis Media
- 29 Jan 2026 09:06 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandar Lampung - Dalam episode podcast terbaru berjudul "Babak Baru Dian Sastrowardoyo", Raditya Dika dan Dian Sastrowardoyo berbagi pengalaman mereka sebagai dosen di Vokasi UI serta perjalanan transformasi bisnis dan karier. Percakapan selama 50 menit tersebut sarat akan pelajaran praktis, mulai dari manajemen energi hingga strategi scaling bisnis kreatif.
Meski memiliki jadwal padat, baik Raditya maupun Dian sepakat bahwa mengajar memberikan manfaat dua arah. Mereka tak hanya berbagi ilmu, tetapi juga belajar langsung dari mahasiswa untuk memahami "nadi audiens" yang semakin muda.
"Kalau kita selalu membuka diri untuk diskusi dengan generasi lebih muda, pola pikir kita jadi lebih segar," ujar Dian. Interaksi ini membantu mereka membaca tren, terutama dalam produksi film.
Keduanya juga mengaku kerap mengikuti kelas online gratis dari profesor ternama di YouTube, seperti Jiang (predictive history) dan Scott Galloway, untuk mempelajari pola masa depan berdasarkan sejarah.
Raditya Dika membagikan perkembangan studionya yang berawal dari rumah hingga kini menjadi creative hub. Ia menerapkan konsep "lifestyle business" yang berkelanjutan tanpa harus berskala masif.
Strateginya mengadopsi teori "longtail" ala Amazon: memproduksi banyak video pendek dengan tim kecil, namun konsisten. Dalam setahun, ia menghasilkan lebih dari 200 video dengan durasi 40–45 menit.
Kunci produktivitasnya terletak pada manajemen energi. "Bukan masalah alokasi waktu, tapi bagaimana mengatur energi," jelas Raditya. Dengan fokus pada kreativitas, proses syuting tiga jam pun terasa ringan.
Dian Sastrowardoyo mengungkap perubahan besar dalam manajemen kariernya. Ia kini bekerja sama dengan Parama Talents, yang menerapkan sistem korporatif layaknya perusahaan FMCG, dilengkapi KPI, rapat mingguan, dan tim khusus.
Tujuannya adalah memisahkan antara "Dian sebagai individu" dan "Dian sebagai brand" agar dapat mengembangkan revenue stream lebih luas. Tak hanya mengelola kariernya sendiri, Dian juga mulai membina talenta baru melalui Beacon Film dan YJ Entertainment.
Ia juga membuka sumber pendapatan digital, seperti konten berbayar dan membership YouTube, yang memiliki marginal cost hampir nol.
"Sedang mencoba untuk mengambil jarak antara persona pribadi dan brand," ucap Dian tentang proses rebranding yang tengah dijalaninya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....