Tempoyak, Pendamping Setia Seruit Lampung
- 25 Jan 2026 05:53 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandar Lampung - Seruit merupakan salah satu hidangan tradisional masyarakat Lampung yang sarat makna kebersamaan. Ikan bakar yang disajikan bersama aneka sambal dan lalapan ini kerap dinikmati secara bersama-sama, menjadi simbol keakraban dalam satu hamparan hidangan. Di antara pelengkap seruit, tempoyak hadir sebagai penanda rasa dan tradisi.
Tempoyak, olahan durian fermentasi, tidak disajikan sebagai menu utama, melainkan sebagai pendamping yang memperkaya cita rasa seruit. Rasa asam yang lembut berpadu dengan pedas dan gurih sambal, menciptakan keseimbangan yang khas di lidah. Kehadiran tempoyak memberi karakter tersendiri pada seruit, tanpa menghilangkan rasa alami ikan bakar.
Dalam tradisi masyarakat Lampung, tempoyak biasanya diolah kembali menjadi sambal. Bumbu yang digunakan sederhana, mencerminkan cara pandang masyarakat terhadap makanan yang mengutamakan keselarasan rasa. Tempoyak tidak ditonjolkan secara berlebihan, tetapi berperan sebagai pengikat cita rasa antara ikan, sambal, dan lalapan.
Lebih dari sekadar pelengkap, tempoyak dalam seruit menyimpan nilai budaya. Proses fermentasi durian yang memerlukan waktu dan kesabaran menjadi simbol kearifan lokal dalam memanfaatkan hasil alam. Dari dapur rumah hingga jamuan adat, tempoyak terus hadir dalam tradisi makan bersama masyarakat Lampung.
Melalui seruit dan tempoyak, masyarakat Lampung merawat identitas kuliner yang diwariskan lintas generasi. Di tengah perubahan selera dan gaya hidup, pendamping sederhana ini tetap bertahan, mengingatkan bahwa kekayaan budaya sering kali hadir dalam bentuk yang paling bersahaja.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....