Makna Cakak Pepadun dalam Pernikahan Adat Lampung
- 22 Jan 2026 19:50 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandar Lampung - Tradisi Cakak Pepadun menjadi salah satu prosesi sakral dalam pernikahan adat Lampung Pepadun yang sarat makna filosofi dan nilai sosial. Prosesi ini merupakan bagian dari rangkaian Begawi, yakni upacara adat besar yang menandai pengukuhan status dan tanggung jawab seseorang dalam struktur adat masyarakat Lampung.
Melansir dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui Warisan Budaya Takbenda Indonesia, Begawi Cakak Pepadun tidak sekadar seremoni, tetapi menjadi simbol pengakuan adat atas kedudukan sosial seseorang. Dalam prosesi ini, individu yang menjalani Cakak Pepadun diangkat sebagai penyimbang adat, yang memiliki peran dan tanggung jawab dalam kehidupan masyarakat.
Sementara itu, melansir dari Patrawidya Kemdikbud, Cakak Pepadun juga berkaitan erat dengan pemberian Juluk Adok, yakni gelar adat yang disematkan kepada seseorang setelah melalui tahapan adat tertentu, termasuk pernikahan. Juluk Adok menjadi identitas sosial yang melekat dan mencerminkan martabat serta peran seseorang di lingkungan adatnya.
Melansir dari IDN Times Lampung, prosesi Begawi dan Cakak Pepadun mencerminkan nilai luhur masyarakat Lampung seperti piil pesenggiri (harga diri), sakai sambayan (gotong royong), dan nemui nyimah (keramahan). Nilai-nilai ini menjadi pedoman dalam membangun rumah tangga sekaligus menjaga keharmonisan sosial.
Di tengah arus modernisasi, tradisi Cakak Pepadun terus dilestarikan sebagai bagian dari identitas budaya Lampung. Melalui pelaksanaan upacara adat ini, masyarakat tidak hanya mempertahankan warisan leluhur, tetapi juga menanamkan nilai tanggung jawab, kebersamaan, dan penghormatan terhadap adat kepada generasi penerus.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....