Menginjak Telur, Ritual Sakral Adat Pernikahan Jawa
- 22 Jan 2026 19:13 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung - Tradisi menginjak telur atau wiji dadi menjadi salah satu ritual sakral dalam rangkaian pernikahan adat Jawa yang masih lestari hingga saat ini. Ritual ini biasanya dilakukan setelah prosesi ijab kabul, sebagai simbol dimulainya kehidupan rumah tangga pasangan pengantin.
Melansir dari laman resmi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdikbudristek) tentang adat pernikahan Jawa, prosesi menginjak telur dilakukan oleh mempelai pria sebagai lambang kesiapan seorang suami dalam memimpin dan bertanggung jawab atas keluarganya.
Telur yang telah diinjak kemudian dibersihkan oleh mempelai perempuan menggunakan air bunga setaman. Prosesi ini dimaknai sebagai simbol pengabdian, kesetiaan, serta kesiapan istri dalam mendampingi suami dan menjaga keharmonisan rumah tangga.
Tradisi menginjak telur juga mengandung doa dan harapan agar pasangan pengantin dikaruniai keturunan, kehidupan yang sejuk, serta rezeki yang berkelanjutan. Filosofi tersebut mencerminkan nilai keseimbangan peran antara suami dan istri dalam budaya Jawa.
Di tengah perkembangan zaman, ritual ini tetap dipertahankan sebagai bagian dari pelestarian budaya. Selain memperkaya prosesi pernikahan, tradisi menginjak telur menjadi pengingat akan makna tanggung jawab, kebersamaan, dan kesakralan dalam membangun rumah tangga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....