Dua Bersaudara Tempa Mental Lewat Taekwondo Lampung

  • 19 Mei 2026 11:04 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung — Sorak penonton di arena Kejuaraan Gubernur Cup II Taekwondo Championship 2026 tak hanya menjadi panggung perebutan medali. Di balik pertandingan itu, tersimpan cerita perjuangan dua kakak beradik dari SATAF Team Lampung yang tumbuh bersama disiplin dan mimpi besar di atas matras.

Mereka adalah Myeisha Adeeva Afsheen Nurdiansyah dan adiknya, Kenzo Khalif Zein Nurdiansyah. Kakak-adik ini menjadi bagian atlet muda binaan SATAF Team Lampung di bawah arahan pelatih Sabeum Fadil selaku head coach.

Myeisha yang kini berusia 10 tahun dan duduk di kelas 4B SDN 1 Beringin Raya Bandar Lampung berhasil meraih medali perak kelas pemula Pra Cadet C U32. Sementara sang adik, Kenzo Khalif Zein Nurdiansyah yang baru berusia 6 tahun dan masih bersekolah di PAUD Al-Fathir Dusun Kejadian, Kurungan Nyawa, membawa pulang medali perunggu kelas pemula Pra Cadet C U19.

Bagi pasangan orang tua Fitria Nurdian Sari dan Trika Prijayanto, taekwondo bukan sekadar olahraga. Mereka memilih membimbing anak-anaknya ke dunia bela diri untuk membentuk fisik, mental, dan karakter secara seimbang sejak usia dini.

“Taekwondo mengajarkan disiplin, konsistensi, fokus, sekaligus bagaimana anak belajar mengontrol emosi dan menghargai proses,” ujar Fitria.

Menurutnya, latihan rutin membuat anak-anak belajar menghargai waktu dan memahami bahwa keberhasilan tidak datang secara instan. Dari setiap latihan hingga pertandingan, anak-anak juga ditempa agar tidak mudah mengeluh dan pantang menyerah.

Di arena pertandingan, pengalaman kalah dan menang menjadi pelajaran penting. Dalam hitungan detik di atas matras, seorang atlet harus mampu mengambil keputusan cepat di bawah tekanan. Situasi itu, kata Fitria, membentuk mental anak agar lebih tangguh menghadapi kehidupan.

“Kejuaraan mengajarkan mereka tentang sportivitas, evaluasi diri, dan keberanian untuk bangkit lagi setelah gagal,” katanya.

Myeisha dan Kenzo kini tercatat sebagai bagian Pengkab Taekwondo Indonesia Pesawaran melalui SATAF Team Lampung. Meski masih belia, keduanya sudah memiliki target jangka pendek untuk menguasai teknik dasar dan rutin mengikuti kompetisi lokal guna mengasah mental bertanding.

Sementara mimpi jangka panjang mereka tidak kecil. Orang tua berharap taekwondo bisa menjadi jalan prestasi bagi masa depan anak-anaknya, baik untuk pendidikan maupun karier.

“Lebih dari sekadar medali, kami ingin anak-anak tumbuh menjadi pribadi bermental baja, disiplin, rendah hati, dan suatu saat bisa menginspirasi orang lain,” ujar Trika.

Di balik gemerlap podium dan medali Gubernur Cup II, cerita Myeisha dan Kenzo menjadi gambaran bahwa olahraga bukan hanya soal kemenangan. Di tangan keluarga yang mendukung dan pelatih yang membina, taekwondo menjadi ruang tumbuh bagi anak-anak untuk belajar menghormati proses, menghadapi tekanan, dan menata mimpi sejak dini.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....