Pulang Kampung Menjemput Kemajuan Tanggamus

  • 13 Mar 2026 05:16 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandar Lampung : Jejak Panjang H. Moh. Saleh Asnawi dari Rantau untuk Daerah: Di sebuah sudut tenang kawasan Lubana Park Serpong, Tangerang Selatan, suasana siang itu terasa berbeda dari biasanya. Di tepi danau buatan yang airnya memantulkan cahaya matahari, sejumlah tokoh masyarakat tampak berdatangan satu per satu. Di bawah rindangnya pepohonan dan semilir angin yang sejuk, mereka saling menyapa dengan hangat, berjabat tangan, lalu duduk bersama di meja panjang yang telah disiapkan.

Mereka bukan sekadar pengunjung taman yang datang untuk bersantai. Sebagian besar adalah tokoh masyarakat asal Kabupaten Tanggamus, Lampung, yang kini menetap di wilayah Banten dan sekitarnya. Kedatangan mereka hari itu memiliki satu tujuan sederhana namun penuh makna: bersilaturahmi dengan salah satu putra terbaik Tanggamus yang telah lama berkiprah di perantauan, Drs. H. Moh. Saleh Asnawi, M.A., M.H.

Pertemuan itu bukanlah forum resmi. Tidak ada podium, tidak ada protokol ketat. Yang ada hanyalah percakapan akrab, tawa ringan, dan nostalgia tentang kampung halaman yang selalu dirindukan.

Di antara para tamu terlihat tokoh-tokoh masyarakat Tanggamus dari suku Sunda Banten seperti H. Radun, H. Acang, H. Abi, serta sejumlah sahabat lama lainnya. Mereka datang bukan membawa agenda politik, melainkan membawa rasa hormat dan kebanggaan kepada sosok yang mereka anggap berhasil di rantau tanpa pernah melupakan asal-usulnya.

Di atas meja panjang tersaji aneka hidangan khas Nusantara—ikan bakar yang masih hangat, lalapan segar, sambal terasi yang pedas menggugah selera, hingga nasi hangat yang mengepul. Makanan sederhana itu justru menghadirkan suasana kekeluargaan yang kental. Percakapan pun mengalir dari cerita masa lalu, pengalaman merantau, hingga harapan untuk masa depan Tanggamus.


Bagi banyak orang yang mengenalnya, perjalanan hidup Saleh Asnawi adalah kisah tentang kerja keras, ketekunan, dan keteguhan menjaga nilai-nilai hidup.

Ia bukan sosok yang meraih kesuksesan secara instan. Perjalanan kariernya dibangun melalui proses panjang di dunia usaha. Di perantauan, ia belajar menghadapi berbagai tantangan bisnis, memperluas jaringan, dan mengasah kemampuan kepemimpinan.

Pengalaman itu membentuknya menjadi figur yang tangguh dan adaptif. Dalam dunia usaha, ia dikenal sebagai pengusaha yang disiplin dan memiliki komitmen kuat terhadap integritas.

Keberhasilan di bidang bisnis kemudian membawanya masuk ke ruang yang lebih luas: dunia organisasi dan pemerintahan.

Karier politiknya berkembang ketika ia dipercaya menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang Selatan. Posisi tersebut memberinya kesempatan untuk terlibat langsung dalam proses pengambilan kebijakan serta memahami berbagai dinamika pembangunan daerah.

Bagi Saleh Asnawi, jabatan bukanlah tujuan akhir, melainkan sarana untuk memberi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.


Meski telah lama berkiprah di luar daerah, hubungan Saleh Asnawi dengan Tanggamus tidak pernah terputus.

Ia dikenal aktif menjalin komunikasi dengan masyarakat Tanggamus di perantauan. Silaturahmi dengan tokoh masyarakat, diskusi informal, hingga pertemuan kebersamaan menjadi cara untuk menjaga ikatan emosional dengan kampung halaman.

Pertemuan di Lubana Park Serpong hari itu menjadi salah satu contoh bagaimana hubungan tersebut terus dipelihara.

Bagi para tokoh masyarakat yang hadir, Saleh Asnawi bukan hanya figur sukses di rantau. Ia juga dianggap sebagai representasi harapan bahwa putra daerah mampu berkembang tanpa kehilangan jati dirinya.

“Kita bangga ada putra Tanggamus yang berhasil, tetapi tetap rendah hati dan tidak lupa kampung halaman,” ujar salah satu tokoh yang hadir dalam pertemuan tersebut.


Perjalanan dan kiprah Saleh Asnawi mendapat perhatian dalam buku “20 Tokoh Banten 2026” karya Uten Sutendy.

Dalam buku tersebut, ia digambarkan sebagai salah satu figur inspiratif yang mampu membangun karier di dunia usaha dan politik, sekaligus tetap menjaga hubungan erat dengan masyarakat daerah asalnya.

Pengakuan itu tidak hanya melihat keberhasilannya secara personal, tetapi juga dedikasinya dalam membangun jejaring sosial yang memberi manfaat bagi banyak orang.

Masuknya nama Saleh Asnawi dalam buku tersebut menjadi salah satu bentuk apresiasi atas perjalanan hidupnya yang panjang dan konsisten.


Bagi Saleh Asnawi, merantau bukanlah perjalanan untuk menjauh dari tanah kelahiran. Justru sebaliknya, perantauan adalah proses belajar untuk suatu saat kembali membawa pengalaman dan gagasan bagi kampung halaman.

Semangat itulah yang kemudian membawanya pulang dan mengabdikan diri secara langsung bagi masyarakat Tanggamus.

Kini, amanah besar berada di pundaknya sebagai Bupati Tanggamus. Posisi itu bukan sekadar jabatan administratif, melainkan kesempatan untuk mewujudkan gagasan dan harapan yang selama ini tumbuh dalam berbagai diskusi dan pertemuan dengan masyarakat.

Bagi banyak orang, kembalinya Saleh Asnawi ke Tanggamus bukan sekadar pulang kampung. Itu adalah simbol bahwa pengalaman di rantau dapat menjadi bekal untuk membangun daerah sendiri.


Kisah perjalanan Saleh Asnawi memberikan pesan penting bagi generasi muda, khususnya putra-putri daerah yang tengah merintis masa depan.

Bahwa merantau adalah proses memperluas pengalaman, membangun jaringan, dan menempa diri. Namun pada saat yang sama, akar identitas sebagai anak daerah tetap harus dijaga.

Kesuksesan sejati bukan hanya tentang pencapaian pribadi, tetapi juga tentang bagaimana pengalaman tersebut dapat memberi manfaat bagi masyarakat yang lebih luas.

Bagi Tanggamus, sosok Saleh Asnawi menjadi salah satu contoh bahwa anak daerah dapat tumbuh besar di luar, lalu kembali membawa harapan dan semangat perubahan bagi tanah kelahirannya.

Di tengah percakapan santai di tepi danau Lubana Park Serpong hari itu, satu hal terasa jelas: bagi Saleh Asnawi, perjalanan panjang dari rantau pada akhirnya bermuara pada satu tujuan sederhana namun mulia—pulang untuk membangun kampung halaman.

Bupati Tanggamus, H. Moh. Saleh Asnawi, dilantik pada 20 Februari 2025. Pelantikan tersebut dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta bersama kepala daerah lain hasil Pilkada 2024.

Dalam pelantikan itu, Moh. Saleh Asnawi resmi menjabat sebagai Bupati Tanggamus periode 2025–2030 dengan wakilnya Agus Suranto.

Setelah dilantik, ia menyatakan komitmennya untuk membangun Tanggamus, terutama dalam bidang infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Bupati Tanggamus, H. Moh. Saleh Asnawi, dilantik pada 20 Februari 2025. Pelantikan tersebut dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta bersama kepala daerah lain hasil Pilkada 2024.

Dalam pelantikan itu, Moh. Saleh Asnawi resmi menjabat sebagai Bupati Tanggamus periode 2025–2030 dengan wakilnya Agus Suranto. Setelah dilantik, ia menyatakan komitmennya untuk membangun Tanggamus, terutama dalam bidang infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....