Strategi Pangan Desa Naik Kelas, Dorong UMKM Olahan Pangan Semakin Berkembang
- 30 Sep 2026 19:23 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandar Lampung : Pengembangan potensi pangan lokal menjadi salah satu langkah strategis dalam mendorong perekonomian desa. Tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan pangan, pengelolaan produk pangan juga dapat membuka peluang usaha, menciptakan lapangan kerja, sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi masyarakat.
Salah satu pelaku usaha yang memanfaatkan peluang tersebut adalah Fitriani, Owner Tahu Gejrot Bang Joni. Melalui usaha kuliner yang dijalankannya, Fitriani melihat bahwa produk pangan sederhana dapat memiliki nilai ekonomi lebih tinggi apabila dikelola dengan strategi yang tepat.
Menurut Fitriani, pengembangan usaha pangan perlu dimulai dari kemampuan membaca potensi pasar. Produk yang dibuat tidak hanya harus memiliki cita rasa yang baik, tetapi juga perlu memperhatikan kualitas bahan baku, kebersihan, kemasan, pelayanan, serta konsistensi produk.
“Kalau ingin usaha pangan naik kelas, kita harus terus belajar dan melihat apa yang dibutuhkan konsumen. Bukan hanya soal rasa, tetapi juga kualitas dan bagaimana produk itu bisa dikenal lebih luas,” ujar Fitriani.Ia menilai, pelaku usaha pangan di tingkat desa memiliki peluang besar untuk berkembang karena banyak daerah memiliki bahan baku dan produk khas yang dapat dikembangkan menjadi komoditas bernilai ekonomi.
Namun, potensi tersebut perlu diikuti dengan pengelolaan usaha yang lebih terarah. Pelaku UMKM perlu mulai memperhatikan pencatatan keuangan, strategi pemasaran, pengemasan produk, hingga pemanfaatan media digital untuk memperluas jangkauan pasar. Bagi Fitriani, pemasaran melalui media digital menjadi salah satu bagian penting dalam memperkenalkan produk kepada konsumen. Kehadiran media sosial memungkinkan pelaku usaha untuk berinteraksi langsung dengan pelanggan sekaligus membangun identitas produk.
“Sekarang promosi tidak hanya mengandalkan pelanggan yang datang langsung. Media sosial bisa membantu mengenalkan produk kepada orang yang sebelumnya belum tahu,” katanya.
Strategi pangan desa naik kelas juga membutuhkan kolaborasi. Pemerintah desa, pelaku UMKM, komunitas, lembaga pendamping, serta masyarakat dapat mengambil peran dalam menciptakan ekosistem usaha yang mendukung perkembangan produk pangan lokal. Dengan pengelolaan yang semakin profesional, produk pangan dari desa tidak hanya berpotensi memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar, tetapi juga dapat menjangkau pasar yang lebih luas.
Fitriani berharap semakin banyak pelaku usaha pangan yang berani mengembangkan produknya dengan tetap mempertahankan kualitas dan karakter lokal. Menurutnya, keberhasilan sebuah usaha tidak hanya ditentukan oleh besar kecilnya modal, tetapi juga oleh kemauan untuk terus berinovasi dan belajar.
“Yang penting jangan takut untuk mulai dan jangan berhenti belajar. Dari usaha kecil pun kita bisa berkembang kalau dikelola dengan serius dan konsisten,” ujar Fitriani.
Pengembangan pangan berbasis potensi lokal pada akhirnya menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian ekonomi masyarakat. Dari produk sederhana yang dikelola secara kreatif dan berkelanjutan, desa memiliki peluang untuk melahirkan usaha-usaha baru yang mampu tumbuh dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....