Gudeg Khas di Tepi Jalan Unila Rasa Nikmat yang Selalu Dirindukan

  • 22 Sep 2026 08:28 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID Bandar Lampung - Di tepi jalan menuju Kampus Universitas Lampung, ada sebuah gerai sederhana menyuguhkan aroma yang menggugah selera manis santan, gurih daging nangka muda, dan rempah yang meresap sempurna. Itulah gudeg, makanan legendaris yang kini menjadi teman setia mahasiswa, warga sekitar, dan siapa saja yang melintas di kawasan ini.

Berjualan gudeg di pinggir jalan UNILA memang punya keistimewaan tersendiri. Pagi-pagi sekali, sebelum matahari meninggi, pedagang sudah menata nampan rapi.

Nangka muda yang dimasak perlahan dengan gula merah hingga berwarna cokelat kemerahan, disajikan dengan sambal krecek yang pedas pas, telur bumbu, ayam suwir, dan nasi hangat yang pulen. Harganya terjangkau, porsinya mengenyangkan cocok untuk kantong mahasiswa maupun warga yang ingin sarapan lezat.

Ratman seorang pedagang gudeg mengatakan, ia berjualan gudeg dari hari senin sampai jumat, hari sabtu tutup, kemudian hari minggu buka kembali. Ketika ditanya berapa penghasilan dalam sehari berjualan gudeg, Ratman menjawab, bahwa penghasilannya cukup untuk menghidupi keluarganya. Baginya berjualan gudeg mengingatkan dirinya masa-masa saat berada di Yogyakarta. Pengunjung saat hari minggu ramai, kadang dirinya dan suaminya sulit untuk beristirahat.
Bagi para pedagang, tempat ini bukan sekadar lokasi jualan. Di sini, setiap piring gudeg yang tersaji penuh dengan ketulusan. Mereka bangun sejak dini hari, mengaduk kuali berjam-jam agar bumbu meresap sempurna.
Senyum ramah disertai sapaan hangat menyambut setiap pembeli, sehingga yang datang bukan sekadar membeli makanan, melainkan pulang membawa keramahan yang menenangkan hati. Tentu perjuangannya tidak ringan. Panasnya tungku, lelah berdiri, dan harus berbagi tempat dengan kendaraan yang lewat adalah hal yang dihadapi setiap hari.
Namun semangat tidak pernah luntur. Banyak dari mereka yang memulai dari gerobak kecil, lalu berkat rasa yang tetap dijaga dan kejujuran dalam berdagang, usahanya semakin dikenal. Dari sini, mereka mampu menyekolahkan anak, memenuhi kebutuhan keluarga, dan ikut menopang perekonomian rumah tangga dengan mandiri.
Gudeg di tepi jalan UNILA bukan sekadar makanan. Ia adalah rasa keramahan warga Lampung, bukti bahwa usaha sederhana yang dikerjakan dengan tekun dan jujur bisa membawa kebaikan. Bagi mahasiswa, ia adalah kenangan kampus yang tak terlupakan; bagi warga, ia adalah rasa nyaman di rumah sendiri.
Siapa pun yang lewat, mampirlah. Nikmati sepiring gudeg hangat lezat, murah, dan penuh keikhlasan dari tangan yang bekerja keras.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....