Mahasiswa Polinela Kembangkan TIRUMIE Berbasis Tulang Tenggiri

  • 01 Sep 2026 10:11 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung - Mahasiswa Politeknik Negeri Lampung (Polinela), Jurusan Perikanan dan Kelautan, mengembangkan TIRUMIE, produk mie instan berbasis nano-kalsium dari tepung tulang ikan tenggiri (Scomberomorus commerson) yang dipadukan dengan Spirulina. Produk ini dikembangkan melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKM-K) dengan memanfaatkan hasil samping perikanan menjadi produk pangan bernilai tambah.

TIRUMIE memanfaatkan tulang ikan tenggiri sebagai sumber kalsium yang diolah menjadi tepung, kemudian dikombinasikan dengan Spirulina sebagai salah satu sumber protein dan komponen gizi lainnya. Inovasi ini mengusung konsep zero waste sekaligus membuka peluang pemanfaatan hasil samping perikanan menjadi produk pangan yang memiliki nilai ekonomi.

Ketua Tim PKM-K TIRUMIE, Syiva Dwi Haryanti, menjelaskan bahwa ide pengembangan produk berawal dari keinginan tim untuk mengoptimalkan pemanfaatan tulang ikan yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal sekaligus menghasilkan produk pangan yang praktis dan dekat dengan masyarakat.

Sebagai bagian dari pengembangan produk, TIRUMIE telah menjalani pengujian kandungan gizi di UPA Laboratorium Terpadu Universitas Lampung. Hasil pengujian pada sampel mie kering menunjukkan kandungan karbohidrat sebesar 52,41%, protein 14,76%, lemak 0,837%, dan kalsium total 1,157%.

Berdasarkan hasil tersebut, setiap 60 gram mie kering diperkirakan mengandung sekitar 8,86 gram protein dan 694 mg kalsium. Kandungantersebutmenjadi salah satu dasar pengembangan TIRUMIE sebagai alternatif pangan yang dapat berkontribusi terhadap asupan protein dan kalsium dalam pola makan sehari-hari. Namun, TIRUMIE tidak diposisikan sebagai satu-satunya sumber pemenuhan zat gizi maupun sebagai produk yang secara langsung mencegah atau menyembuhkan stunting, melainkan sebagai bagian dari pola makan bergizi seimbang.

Dalam proses pengembangannya, mahasiswa terlibat langsung mulai dari formulasi tepung tulang ikan tenggiri dan Spirulina, pembuatan mie, pengeringan, pengembangan bumbu, pengemasan, hingga pengujian kandungan gizi. Kegiatan ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan perikanan dan pengolahan hasil perikanan sekaligus mengembangkan pengalaman kewirausahaan.

Tim TIRUMIE berada di bawah bimbingan Fatimah Alhafizoh, S.Si., M.Si. dan diketuai Syiva Dwi Haryanti dari Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Pembenihan Ikan. Anggota tim terdiri atas Krespo Kavindo dari Program Studi D3 Budidaya Perikanan serta Kyesha Apriliani dan Ridwan Saputra dari Program Studi Teknologi Pembenihan Ikan, Jurusan Perikanan dan Kelautan Polinela.

Tim berharap TIRUMIE dapat terus dikembangkan setelah pelaksanaan PKM-K, baik dari sisi formulasi, cita rasa, kemasan, maupun pemasaran. Ke depan, produk ini diharapkan memiliki jangkauan pasar yang lebih luas dan menjadi inovasi pangan yang lezat, praktis, bergizi, serta mendukung pemanfaatan hasil samping perikanan melalui konsep zero waste. Melalui TIRUMIE, mahasiswa Polinela mengintegrasikan pemanfaatan sumber daya perikanan, inovasi pangan, aspek gizi, dan kewirausahaan dalam menghasilkan produk bernilai tambah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....