UMKM Lampung Bukukan Penjualan Rp4,65 Miliar di KKI 2026

  • 24 Agt 2026 16:45 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung: Keikutsertaan UMKM Lampung dalam Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 membuahkan hasil positif. Sebanyak 15 UMKM binaan dan mitra Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Lampung berhasil membukukan penjualan Rp4,65 miliar melalui pameran luring dan daring, serta meraih peluang ekspor senilai Rp1,94 miliar.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto, mengatakan capaian tersebut menunjukkan produk UMKM Lampung semakin memiliki daya saing dan peluang untuk menembus pasar yang lebih luas.

“KKI menjadi momentum penting bagi UMKM Lampung untuk memperluas akses pasar, memperkuat jejaring bisnis, sekaligus meningkatkan daya saing produk daerah. Capaian yang diperoleh tahun ini menunjukkan bahwa UMKM Lampung memiliki potensi untuk terus berkembang, termasuk menembus pasar global,” ujar Bimo, dalam keterangan yang diterima RRI, Senin 24 Agustus 2026.

Dalam KKI 2026 yang berlangsung 20-23 Agustus 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), KPwBI Provinsi Lampung membawa 15 UMKM dari sektor wastra, ready-to-wear, kopi, teh, serta makanan dan minuman olahan.

Dari jumlah tersebut, enam UMKM sektor wastra dan ready-to-wear mengikuti pameran luring. Selama empat hari pelaksanaan, realisasi penjualan mencapai Rp2,42 miliar, meningkat 41 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya.

Sementara itu, pameran daring yang diikuti seluruh 15 UMKM binaan dan mitra Lampung membukukan penjualan Rp2,23 miliar. Jika digabungkan, penjualan melalui dua kanal tersebut mencapai Rp4,65 miliar.

Potensi UMKM Lampung juga terlihat dari kegiatan business matching (BM) ekspor. Sebanyak tujuh UMKM binaan dan mitra Lampung memperoleh Letter of Intent (LoI) dengan total nilai Rp1,94 miliar dari calon pembeli asal Tiongkok, Taiwan, dan Amerika Serikat.

Tujuh UMKM tersebut bergerak di sektor makanan olahan, kopi, dan cokelat. Mereka terdiri atas Si Bintang Buah, Banabee, Rafins Snack, Mr. Zian Coffee, Ghalkoff, Dr. Koffie, dan PT Aneka Coklat Kakao (Krakakoa).

“Business matching ini membuka peluang yang sangat baik. Tantangannya adalah bagaimana LoI tersebut dapat ditindaklanjuti menjadi transaksi nyata. Karena itu, pendampingan kepada UMKM akan terus dilakukan agar mereka semakin siap memenuhi standar dan permintaan pasar ekspor,” ujar Bimo.

Secara nasional, KKI 2026 mencatat penjualan sementara Rp144,2 miliar hingga 22 Agustus 2026, meningkat 46 persen dibandingkan capaian 2025. BM ekspor mencapai Rp169,9 miliar, melibatkan 192 UMKM dan pembeli dari 16 negara. Sementara BM pembiayaan mencapai Rp285 miliar, atau meningkat 30,3 persen dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S. Budiman mengatakan KKI tidak hanya menjadi ruang promosi dan transaksi, tetapi harus menjadi bagian dari ekosistem pengembangan UMKM yang berkelanjutan.

“Setiap tahun, dengan penuh rasa syukur kami adakan KKI agar UMKM Indonesia bisa terus tumbuh, tangguh, dan berdaya saing. Tapi, UMKM perlu mempunyai ekosistem yang menjadi tujuan berkelanjutan agar tumbuh, tangguh, dan berdaya saingnya UMKM Indonesia terus berlangsung,” ujar Aida dalam Seremoni Penutupan KKI 2026 di JICC Jakarta, Minggu 23 Agustus 2026.

Menurut Aida, penguatan ekosistem menjadi penting agar akses UMKM terhadap pasar, pembiayaan, inovasi, dan jejaring bisnis dapat terus diperluas. KKI 2026 sendiri melibatkan lebih dari 1.860 UMKM dari seluruh Indonesia serta didukung 27 kementerian/lembaga dan 34 asosiasi, mitra, industri, perbankan, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....