Tantangan Sketsa Hadapi Era Digital
- 06 Mei 2026 06:09 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, BandarLampung — Perkembangan teknologi digital, khususnya kecerdasan buatan (AI), menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku usaha seni sketsa. Hal ini diungkapkan oleh Imam Brambadi, Owner Lampung Artshop.
" Kemunculan AI sempat memengaruhi jumlah pesanan lukisan karena masyarakat mulai beralih ke layanan digital yang lebih cepat dan murah. Dalam beberapa kasus, konsumen memilih menggunakan AI untuk membuat gambar instan dibanding memesan karya manual." ujar Imam.
Meski demikian, ia menilai bahwa karya buatan tangan tetap memiliki nilai autentik yang tidak dapat digantikan oleh teknologi. Seiring waktu, konsumen mulai menyadari bahwa sentuhan manusia dalam seni memberikan makna emosional yang lebih mendalam.
Selain tantangan dari teknologi, Imam juga menghadapi kendala dari sisi konsumen yang seringkali memiliki permintaan unik dan tidak biasa. Hal ini menuntut seniman untuk berpikir kreatif dan mampu menerjemahkan ide-ide abstrak menjadi visual yang menarik.
Ia juga mengungkapkan bahwa minat masyarakat terhadap sketsa cenderung stabil. Permintaan biasanya meningkat pada momen tertentu seperti ulang tahun, wisuda, atau acara perpisahan, sehingga sifatnya tidak setiap hari dibutuhkan, namun sangat dicari pada waktu tertentu.
Ke depan, Imam menekankan pentingnya kreativitas dan kemampuan beradaptasi bagi pelaku usaha seni. Ia juga menyarankan untuk terus belajar dari pengalaman dan mentor agar mampu bertahan dan berkembang di tengah persaingan era digital.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....