Praktik Bisnis Tidak Etis Merugikan Konsumen

  • 12 Apr 2026 06:33 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung - Peneliti Malcon Institute (Center Urban And Regional Study) Erwin Oktavianto, SE., ME., mengatakan sejumlah praktik bisnis tidak etis masih ditemukan di masyarakat, mulai dari penggunaan bahan berbahaya hingga manipulasi kualitas produk demi keuntungan maksimal. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan konsumen.

" Contoh yang sering terjadi adalah penggunaan bahan tambahan berlebihan pada makanan, seperti minyak, gula, hingga zat berbahaya agar produk terlihat lebih menarik dan tahan lama. Praktik ini melanggar prinsip dasar etika bisnis", ujar Erwin.

Para pelaku usaha sering beralasan bahwa langkah tersebut dilakukan untuk menekan biaya produksi dan meningkatkan daya saing. Namun, pendekatan ini justru berisiko merusak kepercayaan konsumen dalam jangka panjang.

Erwin Oktavianto, SE., ME. menilai bahwa bisnis yang hanya berorientasi pada keuntungan tanpa memperhatikan dampak sosial tidak dapat bertahan lama. Keberlanjutan usaha sangat bergantung pada kepercayaan dan kepuasan konsumen.

Oleh karena itu, diperlukan kesadaran kolektif dari pelaku usaha untuk menjalankan bisnis secara jujur dan bertanggung jawab agar tercipta lingkungan usaha yang sehat dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....