Tekun Berternak Burung, Raih Ekonomi Berkah

  • 31 Mar 2026 20:10 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandar Lampung - Bagi sebagian orang, menekuni hobi yang sulit mungkin terasa membuang waktu. Namun tidak bagi Kelik Wahid, pemilik KL Farm di Magelang. Lewat kanal YouTube CapCapung, ia berbagi kisah inspiratif bagaimana dirinya mengubah tantangan menjadi peluang emas melalui penangkaran burung Cucak Rawa dan Murai Batu.

Pak Kelik mengakui bahwa beternak Cucak Rawa memiliki tingkat kesulitan tinggi. Namun, ia justru melihat hal itu sebagai “benteng” bisnis. Menurutnya, semakin sulit suatu komoditas diternakkan, semakin sedikit pesaing yang mampu bertahan. Akibatnya, harga jual tetap stabil dan menguntungkan.

Jangan benci kesulitan, karena di balik kesulitan itulah rezeki kita terjaga dari persaingan yang tidak sehat,” ujarnya.

Ketekunan itu pun membuahkan hasil nyata. Dari hasil penangkaran, Pak Kelik mampu membiayai pendidikan ketiga anaknya, bahkan anak sulungnya kini sudah mengenyam bangku kuliah. Ia juga berhasil merenovasi rumah, membangun kandang yang layak, hingga membiayai operasi caesar sang istri.

Orang menganggap sepele ya burung, tapi kalau semua kebutuhan bisa dicukupi dari burung, ada kepuasan tersendiri dan keluarga pun senang,” tuturnya.

Dalam mengelola penangkaran, Pak Kelik mengandalkan teknologi dan metode tradisional secara seimbang. Ia mewajibkan pemasangan CCTV untuk memantau perilaku indukan dan mencegah kegagalan penetasan. Sementara untuk menetaskan telur, ia lebih memilih metode “babuan” atau menggunakan induk asuh karena dinilai lebih alami dan hasilnya lebih maksimal.

Ia juga membagikan sejumlah tips bagi pemula. Menurutnya, penting untuk memulai dengan burung yang masih muda agar proses adaptasi dan pembelajaran dapat berjalan bertahap. Selain itu, memiliki mentor yang berpengalaman menjadi kunci agar tidak mudah menyerah saat menemui kendala.

Pak Kelik tak hanya menjual burung, tetapi juga ilmu dan pendampingan. Setiap pembeli di KL Farm mendapatkan bimbingan penuh mulai dari perawatan anakan hingga burung siap produksi.

Pesaing itu sebenarnya bukan orang lain, tapi diri kita sendiri. Siapa yang pegang ilmunya, dia yang akan menang,” pesannya.

Kisah Pak Kelik menjadi bukti bahwa profesionalisme dalam bidang apa pun—termasuk hobi yang dianggap rumit sekalipun—dapat menjadi jalan menuju kemandirian ekonomi dan kebanggaan keluarga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....