Talas Pratama, Peluang Bisnis Muda Menjanjikan
- 31 Mar 2026 15:58 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandar Lampung - Pertanian modern kini kian diminati generasi muda. Salah satunya adalah Figo Arif Darmawan, lulusan Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang yang berusia 23 tahun. Melalui budidaya Talas Pratama, ia membuktikan bahwa sektor agribisnis mampu memberikan peluang ekonomi luar biasa.
Dalam sebuah podcast, Figo menjelaskan bahwa Talas Pratama merupakan hasil persilangan antara Talas Sutra asal Thailand dengan Talas Sumedang dari Jawa Barat. Tanaman ini memiliki keunggulan nutrisi tinggi dan dapat menjadi alternatif karbohidrat pengganti nasi maupun jagung.
Talas Pratama terbagi menjadi tiga jenis unggulan. Pratama 1 berbatang putih keunguan dengan umbi lonjong yang dipanen sekitar sembilan bulan. Sementara itu, Pratama 2 berbatang hijau keunguan, umbi bulat, dengan masa panen tujuh hingga delapan bulan. Varietas ini paling diminati pasar karena rasa yang enak dan teksturnya yang "mempur" atau pulen. Adapun Pratama 3 memiliki batang ungu seluruhnya dengan bentuk umbi bulat dan masa panen yang sama.
Figo memaparkan, keberhasilan budidaya talas dimulai dari pengolahan lahan yang benar. Tanah harus digemburkan menggunakan rotari, kemudian dibuat bedengan dengan jarak ideal antar bedeng 1 hingga 1,1 meter, serta jarak tanam 70 sentimeter. Pemupukan dilakukan menggunakan pupuk kandang dan dolomit untuk menetralkan pH tanah. Pupuk kimia seperti NPK atau Ponchka dapat diaplikasikan dengan cara kocor dua minggu sekali atau tabur sebulan sekali.
Ia menekankan pentingnya pengairan. "Talas menyukai tanah yang lembap, tetapi tidak boleh tergenang karena dapat menyebabkan umbi busuk," ujarnya. Tantangan utama budidaya ini adalah hama uret atau ulat tanah yang memakan umbi, serta ulat pada pelepah daun.
Figo menyebutkan, talas bukan lagi sekadar tanaman pinggiran. Saat ini, peluang pasarnya sangat terbuka lebar. Mulai dari penjualan umbi segar ke pengepul, hingga menjadi pemasok utama bagi UMKM pengolahan keripik, tepung, roti, hingga bolu. Bahkan, talas kini telah menjadi komoditas ekspor seiring meningkatnya tren gaya hidup sehat.
Figo menyampaikan sejumlah pesan inspiratif bagi generasi muda. Menurutnya, bekerja di sektor pertanian sangat menjanjikan karena banyak peluang yang bisa ditangkap. Ia juga mengingatkan bahwa dalam berusaha, tidak ada yang namanya modal nol untuk hasil besar. "Pertanian memerlukan modal pengetahuan dan pengalaman, selain daripada modal uang," tegasnya.
Ia menutup dengan optimisme, "Di mana pun kita ingin mencapai tujuan, maka jalan itu pasti ada."
Dengan semangat inovasi dan pengetahuan yang tepat, budidaya Talas Pratama menjadi bukti nyata bahwa pertanian mampu menjadi sektor unggulan yang digerakkan oleh anak-anak muda.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....