Sukses Berbisnis Tabulampot, Hobi Menanam Bisa Raup Jutaan Rupiah

  • 31 Mar 2026 15:50 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandar Lampung - Nama "Wit Gede" berasal dari bahasa Jawa, yakni Wit berarti pohon dan Gede berarti besar. Kriswanto menyebut nama tersebut sebagai doa agar pohon yang dirawatnya sejak kecil bisa tumbuh besar. Tak hanya itu, nama ini juga mengandung plesetan jenaka "Duit Gede" (uang besar), karena pohon yang besar memiliki nilai jual yang tinggi.

"Wit Gede itu 'Wit' itu 'Duit Gede-Gede'. Jadi pohon yang kecil, seberapapun kita doakan, kita pelihara, nantinya jadi gede, jadi duitnya besar juga," ujar Kriswanto.

Bagi masyarakat perkotaan yang ingin berkebun namun terbatas lahan, tabulampot menjadi jawaban tepat. Meski ditanam dalam pot, tanaman tetap bisa berbuah lebat, meskipun jumlahnya tidak sebanyak jika ditanam di lahan luas. Fungsi estetika pun menjadi nilai lebih karena tanaman dalam pot lebih mudah diatur keindahannya.

Wit Gede menyediakan beragam jenis tanaman, mulai dari kelengkeng sebagai spesialisasi awal, alpukat, anggur Brasil, hingga tanaman eksotis seperti Miracle Fruit dan Mamey Sapote.

Kriswanto membagikan resep media tanam ideal, yaitu campuran 1 bagian pupuk, 2 bagian tanah, dan 3 bagian sekam lapuk. Kunci utamanya adalah media mampu mengikat nutrisi dengan baik. Selain itu, tanaman membutuhkan sinar matahari minimal 50 persen agar fotosintesis dan pembungaan berlangsung sempurna.

Perawatan rutin meliputi penyemprotan fungisida dan insektisida minimal sebulan sekali untuk mencegah hama seperti belalang, kutu putih, dan kepik. Jika media sudah padat oleh akar, perlu dilakukan penggantian media serta pemangkasan akar dan batang agar pohon tetap sehat dan indah.

Berkat pemasaran digital dan media sosial, penjualan bibit Wit Gede kini telah merambah Aceh hingga Manado. Beberapa jenis tanaman bahkan memiliki nilai ekonomi fantastis. Contohnya, Mamey Sapote yang harga per potnya bisa mencapai jutaan rupiah.

"Banyak pohon, banyak rejeki. Menanam tanaman itu sebenarnya kita sudah berbuat baik untuk lingkungan dengan menghasilkan oksigen," tuturnya.

Kriswanto mendorong generasi muda mengubah pola pikir bahwa bertani itu kotor dan kumuh. Dengan teknologi digital, pemasaran dan pengelolaan tanaman kini jauh lebih mudah.

"Dunia pertanian mampu menghidupi kita sendiri, bahkan mampu menghidupi dunia," tegasnya.

"Ada kebahagiaan tersendiri saat kita bangun tidur lalu melihat tanaman tumbuh, melihat ada tunas baru yang muncul," pungkas Kriswanto.

Podcast ini memberikan pesan kuat bahwa kecintaan pada alam yang ditekuni dengan konsistensi tidak hanya memberikan kepuasan batin, tetapi juga peluang ekonomi yang menjanjikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....