Kisah Cahyono Perdana, Wujudkan Desa Zero Pengangguran lewat Kerajinan Kayu
- 28 Feb 2026 22:08 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandar Lampung - Dari sebuah dusun kecil di Cilacap, mimpi besar mengentaskan pengangguran mulai terwujud. Cahyono Perdana, pemilik industri kerajinan kayu Imah Kai, membuktikan bahwa desa bukanlah penghalang untuk menciptakan lapangan kerja yang berdampak luas hingga mancanegara.
Berdiri awal 2022 dengan modal Rp15 juta hasil usaha urban farming, pria otodidak yang belajar pertukangan dari YouTube ini merintis Imah Kai di Dusun Glewang, Cilacap, Jawa Tengah. Visinya sederhana namun revolusioner: mewujudkan "Zero Pengangguran" di kampung halamannya.
"Titik kesuksesan Imah Kai bukan seberapa kaya saya sebagai owner, tapi seberapa bermanfaat Imah Kai bagi warga sekitar," ujar Cahyono.
Imah Kai tidak sekadar mengejar laba. Sebagai sociopreneur, fokus utamanya memberdayakan pemuda desa tanpa keahlian (unskilled). Cahyono bahkan memberikan masa belajar hingga dua bulan tanpa tekanan agar mereka betah sebelum akhirnya mahir.
Produk unggulan berupa booth portable dengan modal di bawah Rp2 juta menjadi solusi UMKM pemula. Kini, ribuan unit telah menembus pasar Brunei, Singapura, Eropa, hingga Amerika.
Menariknya, kesuksesan ini diraih tanpa iklan berbayar. Tim kreatif Imah Kai fokus pada konten organik di Instagram sebelum merambah e-commerce. Cahyono juga menerapkan disiplin keuangan ketat dan mulai mengadopsi teknologi AI untuk mendesain produk.
"Jika satu kampung bisa berusaha untuk tidak meninggalkan siapapun, maka Indonesia pun seharusnya bisa tumbuh tanpa harus mengorbankan siapapun," pesan Cahyono.
Bagi pemuda desa yang ingin maju, pesannya tegas: "Kalian harus bertempat yang memiliki dua hal: tumbuh secara finansial dan tumbuh secara akal."