Kisah Inspiratif Rofi, Mantan Pecandu Judol Sukses Bisnis Nasi Aroma
- 28 Feb 2026 21:58 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandar Lampung - Kisah sukses tak selalu dimulai dari jalan yang mulus. Hal ini dibuktikan oleh Muhammad Rofi Abdul Aziz, atau akrab disapa Ovi, pemilik bisnis kuliner Nasi Aroma 12. Di balik kesuksesannya saat ini, Ovi menyimpan masa lalu kelam yang nyaris menghancurkan rumah tangganya.
Dalam podcast di kanal YouTube PecahTelur, Ovi menceritakan titik terendah hidupnya ketika ia terjerumus dalam judi online (judol) dan minuman keras. Kebiasaan buruk itu tidak hanya menguras habis modal usaha, tetapi juga membuatnya terlilit utang dan kehilangan kepercayaan dari sang istri.
“Saya sering berbohong dan pulang dalam keadaan mabuk. Istri saya sampai menangis. Itu pukulan telak buat saya,” kenang Ovi.
Titik balik kehidupan Ovi dimulai saat kelahiran anak ketiganya. Meski sempat kambuh dengan kembali berjudi menggunakan uang terakhir istrinya, penyesalan mendalam akhirnya menyadarkannya. Dengan tekad baja, Ovi memutuskan berhenti total dari segala kebiasaan buruk dan membangun bisnis dari nol.
Dengan modal hanya Rp5 juta, Ovi berani berinovasi. Ia menciptakan konsep Nasi Aroma, yaitu nasi berbumbu khas yang tidak dijual di warung lain. Uniknya, warungnya tidak menyediakan nasi putih sama sekali.
“Haram hukumnya ada nasi putih di Nasi Aroma. Saya jual nasi beraroma, bukan nasi biasa,” canda Ovi sambil menjelaskan varian menu seperti Nasi Tutug Oncom, Nasi Daun Jeruk, dan Butter Garlic.
Strategi berani ini membuahkan hasil. Modal Rp5 juta-nya kembali hanya dalam waktu satu minggu. Saat usahanya mulai viral di TikTok, Ovi sigap menambah karyawan dari 4 menjadi 8 orang untuk menjaga kualitas pelayanan.
“Saya siapkan pasukan untuk menyerang. Kalau tidak siap, pas lagi viral malah bisa hancur pelayanannya,” ujarnya.
Kini, dengan 15 staf yang membantunya, Ovi berencana memperluas cabang ke Blitar dan Kediri. Ia berpesan bahwa masa lalu yang buruk bukanlah akhir dari segalanya.
“Saya memilih menghilangkan hal-hal bodoh dalam diri saya. Selama ada kemauan berubah dan berani menawarkan sesuatu yang beda, pasti ada jalan,” tutupnya.