Sukses Ternak Ayam KUB dengan Modal Waktu Dua Jam
- 28 Feb 2026 21:23 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandar Lampung - Di tengah ketidakpastian ekonomi, memiliki lebih dari satu sumber penghasilan menjadi pilihan bijak. Hal ini dijalankan oleh Fadgul Yusron (27), seorang peneliti laboratorium molekuler breeding yang sukses mengembangkan usaha sampingan ternak ayam KUB (Kampung Unggul Balitbangtan) melalui Harmoni Farm di Kediri.
Fadgul memilih ayam KUB karena keunggulan genetiknya sebagai galur murni hasil seleksi Balai Penelitian Ternak. Dibanding ayam kampung biasa, ayam KUB lebih produktif dengan capaian 180-200 butir telur per tahun, efisien dalam konversi pakan (FCR), serta tahan terhadap penyakit dan perubahan cuaca.
Yang menarik, dengan populasi mencapai 1.500 ekor, Fadgul hanya mengalokasikan waktu sekitar dua jam sehari—satu jam pagi dan satu jam sore—untuk mengelola peternakannya. Rahasianya terletak pada manajemen efisien dan sistem zero waste menggunakan maggot BSF. Kotoran ayam diolah menjadi pakan maggot, yang kemudian menjadi sumber protein tinggi bagi ayam.
"Di ekonomi sekarang yang serba tidak stabil, kalau bisa jangan cuma satu sumber penghasilan," ujar Fadgul.
Dari usaha ini, ia meraup omzet Rp25 hingga Rp35 juta per bulan melalui penjualan ayam pedaging (250-300 ekor per bulan) dan paket indukan. Peluang breeding mandiri juga terbuka lebar karena peternak dapat menetaskan sendiri bibit tanpa ketergantungan pada pabrik.
Bagi pemula, Fadgul menyarankan memulai dari skala rumah tangga dengan lahan 1,5 x 1 meter untuk satu paket ayam (1 jantan, 5 betina). Ia juga mengingatkan agar calon peternak mewaspadai bibit palsu dan memastikan membeli dari sumber terpercaya.
"Untuk memulai integrated farming atau beternak ayam KUB itu tidak harus resign dulu, kita bisa mulai sebagai sambilan," pesan Fadgul.
Kisah ini membuktikan bahwa hobi dan pendekatan ilmiah dapat dikelola menjadi aset menguntungkan tanpa harus mengorbankan pekerjaan utama.