Sukses Muda, Kisah Barista Desa Bina Warga Lokal

  • 28 Feb 2026 17:48 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandar Lampung - Di usianya yang baru 25 tahun, Deva Riyano telah membuktikan bahwa menjadi pengusaha sukses tidak harus melalui jalur pendidikan tinggi. Berbekal pengalaman sebagai barista dan manajer di berbagai kedai kopi, pemuda asal keluarga petani ini memilih pulang kampung untuk membangun usaha sendiri. Ia mendirikan Kopi Bungor di Desa Bungur, Kabupaten Tulungagung, dengan memanfaatkan sebuah rumah bersejarah sejak tahun 1900-an.

Alih-alih mengadopsi gaya kekinian, Deva justru merawat nilai lokal. Dengan mengusung konsep bangunan Joglo lawas (jadul) di tengah pedesaan, Kopi Bungor menyajikan menu-menu klasik seperti sego jangan (nasi sayur), jamu, dan cendol. Langkah ini diambilnya agar kedai kopinya relevan dengan lidah warga sekitar dan menciptakan rasa memiliki.

Tujuan saya sederhana. Yang penting usaha jalan, omzet dapat, karyawan gajian aman, dan lingkungan sekitar bisa dipekerjakan,” ujar Deva dalam sebuah podcast.

Keberhasilan Kopi Bungor tidak hanya soal cita rasa, tetapi juga manajemen dan pemberdayaan masyarakat. Deva mengaku selalu fokus pada kualitas sumber daya manusia. Ia menekankan bahwa tempat sebagus apapun tidak akan berarti jika sikap atau manner karyawan buruk. Untuk menghadapi keluhan pelanggan, ia bahkan melatih stafnya agar peka terhadap gestur pengunjung dan siap memberikan kompensasi.

Yang paling menarik, Deva memberdayakan para tetangga, termasuk ibu-ibu sepuh di desanya, untuk membuat menu seperti botok. Cara ini dilakukan untuk menjaga keaslian rasa yang tidak bisa ditiru oleh generasi muda.

Menurutnya, bertahan di bisnis kuliner adalah tantangan terbesar, terutama setelah masa honeymoon atau 6-8 bulan pertama saat kedai ramai karena tren. Ia selalu mengalokasikan "biaya dividen" khusus untuk perawatan bangunan agar bisnis tetap sehat dan berkelanjutan.

“Nggak ada coffee shop buka pertama langsung mulus. Pasti ada komplain. Tapi bagaimana kita membuat orang nyaman ngopi di warung kita, bukan cuma karena ada acara saja,” pungkas Deva.

Rekomendasi Berita