Kisah Rara Kue, UMKM Bangkit dari Dapur Rumahan
- 27 Feb 2026 16:03 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung - Program Sore Ceria di RRI Bandar Lampung menghadirkan kisah inspiratif pelaku UMKM kue, Charine Alya Karin, owner Rara Kue. Usaha keluarga ini tumbuh dari dapur rumahan hingga mampu memproduksi ribuan kue setiap hari.
Dalam perbincangan bersama host Angga, Karin menceritakan usaha kue keluarganya bermula sejak sang ibu menitipkan lemper ke pasar pada 2012.
“Awalnya mama cuma coba bikin lemper ayam lalu dititip ke pasar. Dari situ pelan-pelan berkembang,” ujarnya.
Momentum pengembangan usaha muncul saat Karin masuk kuliah pada 2016. Ia mengusulkan membuka toko kue sendiri. Ide tersebut berlanjut hingga masa pandemi 2020, ketika penjualan pasar menurun dan keluarga mulai fokus memproduksi kue secara mandiri.
“Pas Covid kami benar-benar trial error resep, terutama talam labu kuning. Sekitar sebulan baru ketemu tekstur yang pas,” kata Karin.
Kini produksi Rara Kue mencapai 1.000–1.500 potong per hari dengan varian andalan seperti talam labu kuning, ubi ungu, pandan aren, dan nona manis. Produk dipasarkan langsung di Pasar Way Halim serta dititipkan ke sejumlah toko.
Karin menegaskan konsistensi menjadi kunci bertahan di bisnis kuliner.
“Rezeki itu sudah diatur. Kalau hari ini belum laku, jangan patah semangat. Tetap usaha terus,” ucapnya, menambahkan.
Ia juga memberi pesan untuk generasi muda yang ingin memulai usaha. Menurutnya, keberanian mencoba lebih penting dibanding terlalu banyak perencanaan.
“Jangan takut gagal. Kalau tidak dicoba, kita tidak pernah tahu hasilnya,” kata Karin.
Mengawali Ramadan, Rara Kue tetap membuka produksi dan meramaikan pasar takjil. Harga kue dibanderol mulai Rp1.000 hingga Rp3.000 per potong, serta menyediakan paket snack box mulai Rp5.000.
Kisah Rara Kue menjadi bukti usaha rumahan dapat berkembang besar dengan ketekunan, inovasi resep, dan keberanian memulai.