Valentine, Imlek, Ramadan, Picu Lonjakan Harga Bunga
- 14 Feb 2026 16:42 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID Bandarlampung - Menjelang perayaan Imlek, Hari Valentine, dan tradisi ziarah kubur menjelang Ramadan, harga bunga potong di Pasar Bambu Kuning mengalami kenaikan signifikan. Kenaikan harga terjadi sejak beberapa hari terakhir, dipicu lonjakan permintaan bunga hias maupun bunga tabur.
Seorang pedagang bunga, Yuni, mengatakan harga sejumlah jenis bunga naik antara 50 hingga 75 persen.
“Bulan Februari ini banyak hari besar, jadi permintaan meningkat tajam,” ujarnya.
Ia menjelaskan, beberapa jenis bunga yang mengalami kenaikan antara lain krisan, peacok, dan aster. Jika sebelumnya dijual Rp25.000 hingga Rp30.000 per ikat, kini mencapai Rp35.000. Bunga sedap malam yang sebelumnya Rp13.000 hingga Rp15.000 per tangkai, kini menjadi Rp20.000.
Kenaikan paling signifikan terjadi pada bunga mawar yang melonjak dari Rp10.000 menjadi Rp19.000 per tangkai. Sementara itu, harga bunga tabur relatif stabil di kisaran Rp5.000 hingga Rp20.000 per bungkus, meski permintaan tetap meningkat menjelang tradisi ziarah kubur.
Di sisi lain, kenaikan harga bunga turut dirasakan pelaku usaha dekorasi. Seorang pembeli, Santi, mengaku harus mencari strategi agar bisnisnya tetap berjalan di tengah lonjakan harga bahan baku.
“Saya terpaksa mencampur bunga asli dengan bunga artificial untuk menekan biaya produksi,” katanya.
Lonjakan harga bunga diperkirakan masih akan berlangsung hingga rangkaian hari besar berakhir, seiring tingginya kebutuhan masyarakat untuk perayaan dan tradisi keagamaan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....