Toko Buku Bekas Pasar Tengah Kian Sepi Pembeli
- 14 Feb 2026 06:44 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID Bandarlampung : Aktivitas toko buku bekas di kawasan Pasar Tengah Bandar Lampung kini tak seramai dulu. Di tengah arus digitalisasi dan maraknya penjualan buku secara daring, keberadaan lapak buku bekas perlahan mulai terlupakan. Salah satu pedagang buku bekas, Ridho, mengaku telah berjualan lebih dari 20 tahun di kawasan tersebut. Ia menuturkan, masa kejayaan toko buku bekas terjadi pada era 2000-an, khususnya saat tahun ajaran baru.
“Dulu waktu masih ramai, terutama awal tahun ajaran sekolah, omzet bisa mencapai Rp20 sampai Rp25 juta per hari saat tahun ajaran baru. Sekarang paling hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.
Ridho menjelaskan, pandemi COVID-19 menjadi salah satu titik balik menurunnya aktivitas jual beli buku bekas. Sejak saat itu, jumlah pembeli terus berkurang dan belum kembali seperti sebelumnya. Selain dampak pandemi, perubahan pola membaca masyarakat juga berpengaruh besar. Menurutnya, kehadiran buku digital serta persaingan penjualan buku secara online membuat pedagang buku bekas semakin sulit bertahan.
“Sekarang orang lebih banyak cari buku digital atau beli online. Kami yang jualan langsung jadi makin sepi,” katanya.
Meski demikian, Ridho tetap berharap minat masyarakat terhadap buku fisik dapat kembali tumbuh, sehingga toko buku bekas tetap bertahan sebagai bagian dari sejarah literasi dan aktivitas perdagangan tradisional di pusat kota.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....