Waspada Manipulasi Rating: Konsumen Jeli Berbelanja Online
- 24 Jan 2026 15:59 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung: Tren belanja daring (online shopping) yang kian masif di Indonesia tidak hanya membawa kemudahan, tetapi juga tantangan baru dalam etika bisnis digital. Peneliti dari Malcon Institute (Center Urban and Regional Studies), Erwin Octavianto, SE., ME., menyoroti maraknya praktik manipulasi ulasan dan rating yang dilakukan oleh oknum pengusaha demi mendongkrak citra toko secara instan.
Menurut Erwin, rating dan ulasan kini telah menjadi indikator utama dalam membangun kepercayaan (trust) antara penjual dan pembeli. Namun, ia memperingatkan bahwa angka bintang yang tinggi tidak selalu menjamin kualitas produk yang sebenarnya.
"Ada tantangan etika yang serius di mana pengusaha merating diri sendiri secara palsu atau menggunakan jasa manipulasi ulasan. Konsumen harus jeli membedakan mana ulasan asli dan mana yang hasil manipulasi agar tidak kecewa saat barang sampai," ujar Erwin.
Ia mengimbau masyarakat untuk tetap bersikap skeptis dan melakukan verifikasi mandiri sebelum melakukan transaksi. Salah satu caranya adalah dengan tidak hanya terpaku pada skor angka, tetapi memeriksa keaslian ulasan melalui foto-foto produk asli yang diunggah oleh pembeli lain secara organik.
Selain faktor kepercayaan, Erwin juga menekankan pentingnya kalkulasi logistik dalam ekosistem belanja digital. Menurutnya, konsumen seringkali melupakan variabel jarak yang berdampak pada ongkos kirim dan durasi pengiriman.
"Penting bagi konsumen untuk mempertimbangkan aspek logistik, terutama untuk pengiriman lintas pulau. Misalnya, pengiriman dari Lampung ke wilayah timur Indonesia. Jarak dan biaya kirim harus dihitung agar efisiensi belanja tetap terjaga dan harga total produk tetap kompetitif," kata Erwin.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....