Bangkitkan Warisan Budaya Lewat Motif “Awan Berjumpa”

  • 29 Nov 2025 23:21 WIB
  •  Bandar Lampung

KBRN, Bandarlampung: Warisan budaya Lampung kembali bersinar melalui tangan terampil seorang pengrajin tapis asal Pekon Way Sindi, Kecamatan Karya Penggawa, Pesisir Barat. Nuraini, seorang pengrajin tapis yang telah menekuni seni sulam tradisional sejak masih duduk di bangku SD, kini menjadi sosok inspiratif dalam upaya pelestarian budaya lokal.

"Sejak kecil saya i sudah akrab dengan benang emas dan kain tradisional yang menjadi ciri khas tapis Lampung. Kami mengerjakan ini secara turun temurun hingga sekarang," ungkap Nuraini. Ketekunannya terus berkembang hingga akhirnya membuat ia dipercaya sebagai pembina dan penggerak para perajin tapis di wilayah Karya Penggawa. Saat ini, tercatat sekitar 250 pengrajin berada di bawah binaannya, tersebar di berbagai pekon di Kecamatan Karya Penggawa.

Dalam wawancara bersama RRI, Nuraini menjelaskan bahwa salah satu motif khas yang menjadi identitas tapis Krui adalah motif “Awan Berjumpa”. Motif ini dikenal memiliki filosofi tentang pertemuan, persatuan, serta harapan akan keberkahan. Menurutnya, menjaga motif khas daerah adalah bentuk nyata mempertahankan jati diri budaya Lampung, khususnya Pesisir Barat.

“Motif Awan Berjumpa ini sudah lama ada di Krui. Kami berusaha melestarikannya agar generasi muda tetap mengenal dan bangga dengan warisan daerahnya,” ujar Nuraini.

Selain melestarikan motif tradisional, Nuraini juga berperan dalam meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar. Para pengrajin yang bekerja bersama dirinya kini dapat memperoleh penghasilan dari hasil sulaman yang dipasarkan baik di dalam daerah maupun ke luar Pesisir Barat. Biasanya Hasil sulaman dari pengrajin akan dititipkan di dekranasda pesisir barat atau digaleri sendiri. Hasil sulaman beragam mulai dari sarung tapis, tas, sarung kasur, lalidung dan lain-lain.

Upaya Nuraini bukan hanya menjaga tradisi, tetapi juga memperkuat keberadaan UMKM kerajinan tapis di daerahnya. Ke depan, ia berharap pemerintah daerah, komunitas seni, serta generasi muda dapat terus mendukung tumbuhnya industri tapis agar tetap eksis dan terus berkembang.

Dengan dedikasi dan kecintaan terhadap budaya, Nuraini telah menjadi salah satu penjaga penting identitas budaya Krui—membawa tapis khas Pesisir Barat tetap bercahaya di masa kini dan masa mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....