Peningkatan Kualitas dan Standarisasi Produk UMKM
- 23 Okt 2025 22:53 WIB
- Bandar Lampung
KBRN, Bandar Lampung : Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Indonesia kini tak hanya 'jago kandang', tetapi juga semakin menunjukkan taringnya di kancah internasional. Berbagai inisiatif strategis, kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dan lembaga pendampingan, berhasil mengantarkan produk-produk lokal berkualitas menembus gerbang pasar global. Fenomena "UMKM Naik Kelas, Go Pasar Global" ini menjadi angin segar bagi perekonomian nasional. Langkah fundamental yang menjadi fokus utama dalam gerakan Go Global ini adalah peningkatan kualitas produk dan pemenuhan standar internasional. Kisah sukses dari berbagai daerah, seperti UMKM kerajinan dari Gresik dan produk makanan dari Semarang, menunjukkan pentingnya legalitas dan sertifikasi. Sertifikasi Wajib: Banyak UMKM yang dibimbing untuk memperoleh Nomor Induk Berusaha (NIB) Ekspor, sertifikat Halal, BPOM, hingga standar mutu internasional seperti HACCP (untuk pangan).
Dukungan Institusi: Lembaga seperti Klinik Ekspor Bea Cukai dan program pendampingan dari perbankan (misalnya BNI Xpora) memainkan peran krusial dalam memfasilitasi perizinan dan bimbingan teknis ekspor yang sebelumnya dianggap rumit. Di era digital, kehadiran UMKM di pasar global semakin dimudahkan. Digital marketing menjadi senjata utama yang memungkinkan pelaku usaha kecil untuk mempromosikan produknya tanpa terbatas ruang dan waktu.
Pemanfaatan e-commerce lintas batas dan media sosial memungkinkan UMKM menjangkau calon pembeli di berbagai benua, bahkan dengan biaya yang relatif lebih efisien dibandingkan iklan konvensional. Strategi digital memungkinkan penentuan segmentasi, targeting, dan positioning pasar yang lebih presisi, menyesuaikan produk dengan tren dan selera konsumen global.
Komitmen Pemerintah Perluas Akses Ekspor
Pemerintah secara konsisten mendorong upaya ini melalui berbagai kebijakan dan program. Tujuan utamanya adalah meningkatkan kontribusi UMKM terhadap total ekspor nasional yang saat ini masih perlu ditingkatkan.
Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA): Pemerintah terus mengoptimalkan pemanfaatan 22 perjanjian FTA yang telah dibuat dengan berbagai negara, memberikan fasilitas tarif 0% yang sangat menguntungkan bagi produk UMKM. Berbagai kementerian dan lembaga secara aktif menggelar business matching dan pameran internasional, menghubungkan UMKM lokal dengan calon pembeli luar negeri. Skema pembiayaan yang mudah diakses, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR), diarahkan untuk mendukung pengembangan usaha yang berorientasi ekspor.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menegaskan bahwa UMKM adalah pilar terpenting dalam perekonomian Indonesia. Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, swasta, dan pelaku usaha, target untuk menjadikan lebih banyak UMKM sebagai pemain global optimis akan tercapai, menjadikan Indonesia sebagai eksportir produk unggulan yang berdaya saing tinggi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....