UMKM Lampung Naik Kelas Lewat Inovasi dan Digitalisasi
- 03 Okt 2025 20:41 WIB
- Bandar Lampung
KBRN, Bandarlampung: Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela menjadi keynote speaker dalam Talkshow dan Bedah Buku yang digelar pada rangkaian kegiatan Lampung Begawi 2025 di Lampung City Mall, Bandarlampung, Jumat (3/10/2025).
Acara yang mengangkat tema “Peran Pemerintah dalam Mendorong Pengembangan UMKM untuk Naik Kelas dan Berdaya Saing” ini turut menghadirkan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Lampung Bimo Epyanto, penulis Rantai Tak Putus Dewi Lestari, serta Founder Beemee Indonesia Sheylia Taradia Habib.
Dalam sambutannya, Wagub Jihan menegaskan bahwa keberadaan hampir 500 ribu UMKM di Lampung bukan hanya penopang ekonomi, melainkan motor utama pertumbuhan daerah. Menurutnya, kunci penguatan UMKM terletak pada inovasi, kreativitas, dan digitalisasi.
“Modal finansial saja tidak cukup. UMKM kita membutuhkan inovasi, kualitas produk, komunikasi yang baik, serta pemanfaatan teknologi digital. Inilah tantangan sekaligus peluang yang harus kita kelola bersama,” ujarnya.
Ia menyoroti sejumlah tantangan UMKM, mulai dari kesenjangan akses dan literasi digital, keterbatasan modal serta SDM, rendahnya kepercayaan terhadap transaksi digital, hingga pendampingan yang belum merata. Karena itu, Jihan mendorong percepatan digitalisasi UMKM yang dinilainya mampu membuka akses lebih luas, baik di pemasaran, pembiayaan, informasi, maupun pelatihan dan pemberdayaan.
Jihan juga menekankan pentingnya melihat proyeksi ekonomi digital. Ia menyebut kontribusi sektor e-commerce Indonesia diperkirakan mencapai 109 miliar dolar AS pada 2025, sebuah peluang besar yang harus dimanfaatkan UMKM Lampung.
Merujuk pada buku Rantai Tak Putus karya Dewi Lestari, Jihan menilai konsep tersebut relevan dengan perjalanan UMKM. “UMKM harus dibangun secara berkesinambungan mulai dari ide, produksi, pemasaran, hingga ekosistem pendukungnya. Sinergi antar stakeholder, pemerintah, dunia usaha, akademisi, masyarakat sipil, hingga generasi muda harus diperkuat untuk menciptakan pusat inovasi UMKM,” katanya.
Ia memastikan Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen membangun ekosistem yang mendukung UMKM, antara lain melalui pendampingan berkelanjutan, mentorship, integrasi rantai pasok lokal, hingga pengembangan pusat inovasi. UMKM yang sukses, lanjutnya, perlu menjadi teladan dan mentor bagi pelaku usaha lainnya sehingga tercipta rantai keberlanjutan yang kuat.
Sebagai informasi, Lampung Begawi 2025 digelar Bank Indonesia pada 3–5 Oktober 2025 dengan menghadirkan lebih dari 70 UMKM unggulan. Ajang tahunan ini juga dimeriahkan festival kuliner, pergelaran busana, festival musik, serta forum edukasi gratis bagi masyarakat. Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah strategis untuk memperkuat kapasitas UMKM Lampung sekaligus memperluas akses mereka ke pasar yang lebih besar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....