BI Lampung Dorong UMKM Perluas Akses Pasar
- 26 Jun 2025 09:57 WIB
- Bandar Lampung
KBRN, Bandarlampung: Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto, menegaskan pentingnya strategi jangka panjang dalam mendorong daya saing UMKM di tengah tantangan efisiensi anggaran dan kondisi eksternal global.
“Sebetulnya kami tidak spesifik mengadres isu efisiensi pemerintah, karena tanpa itu pun kami memang terus melakukan upaya penguatan UMKM. Salah satunya dengan terus mencari dan memperluas pasar baru,” ujar Bimo, Kamis (26/6/2025).
Ia menjelaskan, pendekatan yang dilakukan Bank Indonesia selama ini selalu mengacu pada tiga kerangka utama pengembangan UMKM. Ketiganya adalah: penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas, serta perluasan akses pasar dan pembiayaan. Menurutnya, ketiga hal ini saling berkaitan dan menjadi fondasi penting agar UMKM bisa lebih adaptif dan inovatif dalam menghadapi tantangan pasar, baik domestik maupun ekspor.
“Ketika UMKM mampu meningkatkan kelembagaan dan kapasitas, maka mereka akan lebih siap memperkuat model bisnisnya dan mencari pasar baru. Tidak hanya pasar konvensional, tapi juga bisa menyesuaikan dengan tren dan selera pasar yang terus berkembang,” imbuhnya.
Terkait kondisi ekonomi yang penuh tantangan, Bimo mengakui, efisiensi dari sisi pemerintah memang bisa berdampak pada pengurangan segmen pasar tertentu. Namun ia menegaskan, tidak semua UMKM akan terdampak secara langsung.
“Bayangan saya, dampaknya ada, tapi tidak serta-merta semuanya terdampak. Karena itu kami tetap konsisten memperkuat UMKM melalui berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat luas, termasuk festival dan pameran seperti FESyar, KKI, ISEF, dan program IKRA,” jelasnya.
Bimo juga mengungkapkan, Kantor Perwakilan BI Lampung sedang menyiapkan program lokal bertajuk "Lampung Bagawi", sebagai wadah showcasing UMKM binaan maupun non-binaan. Program ini diharapkan mampu menjadi stimulus bagi pelaku usaha dalam memperluas jaringan pasar serta memperkenalkan produk unggulan lokal.
“Tanpa penguatan kelembagaan dan kapasitas, mustahil kita bisa memperluas akses pasar. Itu semua butuh proses panjang. Tapi kami optimistis, dengan sinergi berbagai pihak, UMKM kita bisa lebih tangguh dan siap menghadapi tantangan,” tutup Bimo.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....