Kenali Social Engineering, Waspadai Beragam Modus Penipuan Digital

  • 20 Sep 2026 16:42 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung - Masyarakat diimbau semakin waspada terhadap berbagai modus social engineering yang kerap digunakan pelaku untuk memperoleh informasi pribadi dan mengelabui korban. Melalui kampanye edukasi keuangan di instagram @sikapiuangmu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjelaskan, bahwa Social engineering merupakan teknik manipulasi psikologis yang digunakan pelaku untuk memperoleh informasi penting dengan membuat korban mengikuti instruksi tertentu.

Sejumlah modus social engineering yang perlu diwaspadai antara lain phishing, vishing, smishing, impersonation, hingga penyalahgunaan identitas. Pada modus phishing, pelaku biasanya mengirim tautan melalui pesan, email, atau situs palsu yang menyerupai layanan resmi. Korban kemudian diarahkan memasukkan data seperti username, kata sandi, PIN, maupun informasi kartu pembayaran.

Sementara vishing dilakukan melalui sambungan telepon dan smishing melalui pesan singkat. Pelaku dapat menyampaikan informasi mengenai hadiah, pembaruan data, maupun ancaman pemblokiran akun untuk mendorong korban segera melakukan tindakan tertentu.

Modus lainnya adalah impersonation atau penyamaran. Pelaku dapat mengaku sebagai pegawai bank, petugas layanan pelanggan, aparat penegak hukum, keluarga, maupun teman untuk mendapatkan kepercayaan korban.

Selain itu, data pribadi yang bocor dapat disalahgunakan untuk pencurian identitas. Data tersebut berpotensi digunakan untuk membuka rekening, mengajukan pinjaman, atau melakukan transaksi tanpa sepengetahuan pemiliknya.

OJK mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap pesan atau komunikasi yang meminta informasi penting. Masyarakat juga perlu memastikan kebenaran informasi melalui saluran resmi sebelum memberikan data pribadi atau mengikuti instruksi tertentu. Semakin mengenali jenis social engineering dan modus penipuan digital, semakin besar kewaspadaan masyarakat dalam melindungi data pribadi dan keuangan dari risiko penyalahgunaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....