Ekonomi Sulit tapi Kafe Ramai? Mengenal Fenomena Lipstick Effect

  • 29 Jul 2026 11:39 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung : Di tengah isu ketidakpastian ekonomi dan melesunya daya beli, fenomena unik justru sering terlihat di pusat perbelanjaan maupun kedai kopi kekinian. Antrean pembeli tetap mengular, mall terlihat ramai, dan tren frugal living seolah kontras dengan pemandangan sehari-hari.

Mengapa dua hal yang tampak bertolak belakang ini bisa terjadi bersamaan? Dalam ilmu ekonomi, kondisi ini dikenal sebagai teori Lipstick Effect.

Apa Itu Lipstick Effect?

Lipstick Effect adalah fenomena ekonomi di mana konsumen tetap memilih untuk berbelanja produk barang atau jasa mewah berskala kecil (small luxuries) saat kondisi keuangan mereka sedang sulit atau saat krisis ekonomi terjadi.

Ketika seseorang tidak mampu membeli aset atau barang mewah bernilai tinggi—seperti mobil baru, rumah, atau liburan mahal ke luar negeri—mereka mengalihkan pemenuhannya pada barang-barang hiburan yang jauh lebih terjangkau. Membeli segelas kopi kekinian, lipstik baru, atau sekadar makan enak di mall menjadi bentuk "self-reward" atau penghiburan instan agar tetap merasa sejahtera di tengah tekanan finansial.

Ancaman "Jebakan" Kemudahan Paylater

Meski fenomena ini tergolong manusiawi untuk menjaga kesehatan mental dan memberi rasa senang sementara, para pakar keuangan mengingatkan adanya bahaya terselubung, terutama bila kebutuhan hiburan tersebut dipaksakan melalui fitur pembayaran tunda atau Paylater.

Konsumsi impulsif berulang untuk hal-hal kecil yang dibayar menggunakan skema utang digital dapat menumpuk tanpa disadari. Bunga dan biaya layanan yang terakumulasi berpotensi mengganggu stabilitas keuangan jangka panjang.

Menjaga Keseimbangan Financial Health

Menyenangkan diri sendiri saat stres tentu tidak dilarang, namun mengelola skala prioritas tetap menjadi kunci utama.

Langkah bijak yang dapat dilakukan adalah mengalokasikan anggaran khusus (post hiburan) dalam jumlah terbatas dari pendapatan bulanan. Dengan begitu, Anda tetap bisa menikmati momen santai tanpa harus mengorbankan dana darurat atau terjebak dalam lingkaran utang konsumtif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....