IHSG Bergerak Fluktuatif, Ditutup Melemah pada Akhir Pekan

  • 26 Jul 2026 13:53 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan pergerakan yang dinamis selama periode perdagangan 20–24 Juli 2026. Berdasarkan data IDX Weekly Statistics yang dipublikasikan Bursa Efek Indonesia (BEI) di laman idx.co.id, indeks sempat mencatat penguatan pada awal pekan sebelum akhirnya terkoreksi pada penutupan perdagangan Jumat.

Pada awal pekan, Senin (20/7), IHSG ditutup di level 6.231,786. Tren penguatan berlanjut pada Selasa (21/7) ketika indeks naik ke posisi 6.340,020, yang menjadi level tertinggi sepanjang pekan. Memasuki Rabu (22/7), IHSG bergerak stabil di level 6.334,476, kemudian turun tipis menjadi 6.315,311 pada Kamis (23/7).

Tekanan jual semakin terasa pada perdagangan Jumat (24/7), sehingga IHSG ditutup melemah ke level 6.196,430. Meski mengalami koreksi di akhir pekan, posisi indeks masih sedikit lebih tinggi dibandingkan penutupan pekan sebelumnya yang berada di kisaran 6.175,535.

Aktivitas perdagangan saham juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Rata-rata volume transaksi harian tercatat mencapai 43.679 juta saham, meningkat 66,88 persen dibandingkan pekan sebelumnya yang sebesar 26.174 juta saham. Lonjakan tersebut mencerminkan tingginya aktivitas investor selama sepekan terakhir.

Secara akumulatif, BEI membukukan volume perdagangan sebanyak 218,397 miliar saham sepanjang pekan 20–24 Juli 2026. Sementara itu, nilai transaksi mencapai Rp98,781 triliun, menandakan likuiditas pasar tetap terjaga di tengah pergerakan indeks yang berfluktuasi.

Perjalanan IHSG selama sepekan memperlihatkan bahwa optimisme investor sempat mendorong indeks menguat hingga pertengahan pekan. Namun, aksi ambil untung menjelang akhir pekan membuat laju penguatan tersebut tertahan dan menyebabkan IHSG kembali melemah pada sesi penutupan.

Meski demikian, tingginya volume dan nilai transaksi menunjukkan minat pelaku pasar terhadap perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia masih cukup kuat. Kondisi ini menjadi sinyal bahwa aktivitas investasi domestik tetap berlangsung aktif, meskipun pasar menghadapi tekanan pada penghujung pekan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....