IHSG Terkoreksi Sepanjang Perdagangan 22–26 Juni 2026

  • 27 Jun 2026 13:48 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan selama periode 22–26 Juni 2026 di zona merah. Berdasarkan data IDX Weekly Statistics yang dirilis Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam situs id.co.id, IHSG ditutup pada level 5.896,13 pada Jumat (26/6), turun dari posisi 6.116,69 pada awal pekan atau terkoreksi sekitar 3,58% dalam lima hari perdagangan.

Pada perdagangan Senin (22/6), IHSG dibuka di level 6.116,69. Pelemahan berlanjut pada Selasa (23/6) dengan indeks turun menjadi 6.101,33. Tekanan jual semakin meningkat pada Rabu (24/6), sehingga IHSG merosot ke level 5.838,88, yang menjadi posisi terendah sepanjang pekan tersebut.

Memasuki Kamis (25/6), pasar sempat menunjukkan perbaikan. IHSG berhasil menguat ke level 5.999,04, namun penguatan tersebut tidak mampu dipertahankan hingga akhir pekan. Pada Jumat (26/6), indeks kembali melemah dan ditutup di posisi 5.896,13.

Selain pelemahan indeks, aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia juga mengalami penurunan. Selama periode 22–26 Juni 2026, total volume transaksi tercatat mencapai 125,889 miliar saham, sedangkan nilai transaksi mencapai Rp87,897 triliun.

Rata-rata volume perdagangan harian tercatat sebesar 25,178 miliar saham, lebih rendah dibandingkan rata-rata pekan sebelumnya yang mencapai 34,031 miliar saham. Dengan demikian, rata-rata volume transaksi harian mengalami penurunan sekitar 26,01% dibandingkan minggu sebelumnya.

Berdasarkan data harian, volume perdagangan terbesar terjadi pada 23 Juni 2026 dengan sekitar 40,10 miliar saham berpindah tangan. Sementara itu, volume perdagangan terendah tercatat pada 26 Juni 2026, yakni sekitar 19,12 miliar saham. Penurunan aktivitas transaksi ini menunjukkan minat transaksi investor yang cenderung melemah sepanjang pekan.

Secara keseluruhan, perdagangan saham di BEI pada pekan 22–26 Juni 2026 diwarnai oleh tekanan yang membuat IHSG bergerak turun. Meskipun sempat mencatatkan penguatan pada Kamis, indeks belum mampu mempertahankan momentum tersebut hingga penutupan pekan, seiring dengan berkurangnya aktivitas perdagangan di pasar saham.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....