Digitalisasi Lampung Melaju, Transaksi QRIS Tembus Triliunan Rupiah

  • 19 Jun 2026 14:37 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung - Perkembangan ekonomi dan keuangan digital di Provinsi Lampung menunjukkan tren positif sepanjang 2026. Hingga April 2026, jumlah merchant QRIS di Lampung telah mencapai 889 ribu merchant. Nilai transaksi QRIS tercatat sebesar Rp1,87 triliun dengan volume transaksi mencapai 22,4 juta transaksi.

Data tersebut disampaikan dalam kegiatan Kick-Off SIGER Fest 2026 yang digelar Bank Indonesia Provinsi Lampung di Institut Teknologi Sumatera (ITERA), Kamis, 18 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat transformasi digital pada sektor pemerintahan, pendidikan, transportasi, UMKM, hingga perlindungan sosial. Berbagai pemangku kepentingan hadir mendukung agenda tersebut.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Bimo Epyanto menilai capaian tersebut mencerminkan semakin tingginya penerimaan masyarakat terhadap pembayaran digital.

“Capaian ini menunjukkan semakin tingginya penerimaan masyarakat terhadap pembayaran digital serta menguatnya fondasi ekonomi dan keuangan digital di Provinsi Lampung,” ujarnya.

Rangkaian SIGER Fest 2026 juga diawali dengan piloting digitalisasi bantuan sosial di Kota Metro. Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pemanfaatan teknologi digital agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Digitalisasi tidak hanya diarahkan pada peningkatan transaksi, tetapi juga pada kualitas layanan dan kesejahteraan warga.

Selain itu, SIGER Fest 2026 menghadirkan nilai sosial melalui program wakaf produktif. Sebagian biaya pendaftaran peserta sejumlah kegiatan akan disalurkan untuk pembangunan sumur bor di lahan pertanian Kabupaten Mesuji. Program ini diharapkan mendukung produktivitas pertanian dan memperkuat ketahanan pangan daerah.

Melalui kolaborasi lintas sektor, Bank Indonesia berharap digitalisasi dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi Lampung. Penguatan ekosistem digital diharapkan mampu meningkatkan efisiensi layanan, mendukung optimalisasi pendapatan daerah, dan memperluas kesejahteraan masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....