Kemudahan atau Jebakan? Memahami Risiko Penggunaan Paylater
- 18 Jun 2026 19:09 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung – Layanan buy now, pay later atau yang lebih dikenal dengan paylater semakin populer di Indonesia. Kemudahan bertransaksi tanpa harus membayar secara langsung membuat layanan ini banyak digunakan untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari, membeli tiket perjalanan, hingga memenuhi berbagai kebutuhan mendesak. Seiring meningkatnya penggunaan transaksi digital, paylater menjadi salah satu pilihan yang dianggap praktis oleh masyarakat.
Berdasarkan berbagai laporan industri keuangan digital, pengguna paylater didominasi oleh kelompok usia produktif yang terbiasa melakukan transaksi melalui aplikasi. Kehadiran layanan ini dinilai membantu masyarakat mengatur arus kas jangka pendek, terutama ketika membutuhkan barang atau layanan sebelum memiliki dana yang cukup. Proses pengajuan yang relatif mudah juga menjadi faktor yang mendorong popularitas paylater.
Meski menawarkan kemudahan, para pakar keuangan mengingatkan bahwa paylater dapat menjadi risiko apabila digunakan tanpa perencanaan yang matang. Salah satu masalah yang sering muncul adalah kecenderungan untuk berbelanja lebih banyak karena pembayaran dapat ditunda. Kondisi tersebut membuat sebagian pengguna tidak menyadari jumlah kewajiban yang terus bertambah dari waktu ke waktu.
Risiko lainnya adalah keterlambatan pembayaran yang dapat memicu munculnya denda dan biaya tambahan. Jika tidak dikelola dengan baik, akumulasi tagihan dari beberapa layanan paylater sekaligus berpotensi membebani kondisi keuangan pengguna. Dalam jangka panjang, kebiasaan berutang untuk kebutuhan konsumtif juga dapat mengganggu kemampuan seseorang dalam menabung atau mencapai tujuan keuangan lainnya.
Para ahli menyarankan masyarakat menggunakan paylater hanya untuk kebutuhan yang benar-benar diperlukan dan memastikan kemampuan membayar sebelum melakukan transaksi. Pengguna juga disarankan untuk memperhatikan besaran cicilan, biaya administrasi, serta tanggal jatuh tempo agar tidak mengalami masalah di kemudian hari.
Di tengah pesatnya perkembangan layanan keuangan digital, literasi keuangan menjadi kunci utama. Paylater pada dasarnya merupakan alat pembayaran yang dapat memberikan manfaat jika digunakan secara bijak. Namun, tanpa pengelolaan yang baik, kemudahan tersebut dapat berubah menjadi beban keuangan yang sulit dikendalikan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....