IHSG Melemah ke Level 6.723 Menjelang Libur Nasional

  • 14 Mei 2026 12:39 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandar Lampung - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan pelemahan sepanjang perdagangan pekan ini berdasarkan data statistik mingguan Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 11–13 Mei 2026. Berdasarkan publikasi resmi BEI melalui situs idx.co.id, IHSG ditutup di level 6.723,320 pada Rabu (13/5), turun dibanding posisi awal pekan yang berada di level 6.905,620 pada Senin (11/5).

Pergerakan IHSG selama tiga hari perdagangan pekan ini menunjukkan tren menurun secara bertahap. Pada Selasa (12/5), IHSG turun ke posisi 6.858,899 sebelum kembali melemah pada Rabu (13/5). Penurunan tersebut mencerminkan adanya tekanan jual di pasar saham domestik di tengah aktivitas perdagangan yang cenderung melambat.

Dari sisi aktivitas perdagangan, volume transaksi saham selama pekan ini tercatat mencapai 107,293 miliar lembar saham. Sementara itu, nilai transaksi harian rata-rata mencapai Rp56,462 triliun. Data tersebut menunjukkan aktivitas investor masih cukup aktif meskipun indeks bergerak di zona merah.

Jika dibandingkan dengan pekan sebelumnya, performa IHSG terlihat mengalami koreksi cukup signifikan. Pada pekan lalu, tepatnya 7 Mei 2026, IHSG sempat berada di level tertinggi 7.174,321 sebelum akhirnya mengalami tekanan pada perdagangan pekan berjalan. Koreksi tersebut turut diiringi penurunan volume dan nilai transaksi harian.

BEI juga mencatat volume perdagangan harian pada 11 Mei mencapai 36,07 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp20,41 triliun. Selanjutnya pada 12 Mei volume perdagangan tercatat sebesar 31,08 miliar saham dengan nilai transaksi Rp16,27 triliun. Sedangkan pada 13 Mei volume perdagangan meningkat menjadi 37,20 miliar saham dengan nilai transaksi Rp19,77 triliun.

Meskipun IHSG mengalami pelemahan, aktivitas transaksi yang masih cukup tinggi menunjukkan minat investor terhadap pasar modal Indonesia tetap terjaga. Pelaku pasar masih mencermati berbagai sentimen global maupun domestik yang mempengaruhi arah pergerakan indeks dalam jangka pendek.

Investor diharapkan tetap mencermati fundamental emiten dan kondisi pasar sebelum mengambil keputusan investasi. Informasi statistik mingguan tersebut dipublikasikan secara resmi melalui situs BEI sebagai bagian dari transparansi data perdagangan pasar modal Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....