Kelola THR Tepat, Lebaran Nikmat Keuangan Sehat
- 13 Mar 2026 18:57 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung: Tunjangan Hari Raya (THR) sering kali dianggap sebagai uang tambahan yang bebas digunakan tanpa perencanaan. Padahal, tanpa pengelolaan yang tepat, dana tersebut bisa cepat habis tanpa memberikan manfaat jangka panjang.
Seorang perencana keuangan, Prita Hapsari Ghozie mengingatkan masyarakat agar tidak terjebak dalam pola pikir tersebut. Melalui unggahan di akun Instagram @pritaghozie, ia menjelaskan bahwa banyak orang melakukan kesalahan dengan menganggap THR sebagai uang kaget yang langsung dihabiskan.
Secara psikologis, kondisi ini dikenal sebagai mental accounting, yaitu kecenderungan seseorang lebih boros ketika menerima uang di luar pendapatan rutin. Akibatnya, pengeluaran sering kali tidak terencana dan mengabaikan kewajiban yang seharusnya diprioritaskan.
Menurut Prita, pengelolaan THR sebaiknya dilakukan dengan pembagian anggaran yang seimbang agar kebutuhan saat Lebaran tetap terpenuhi tanpa mengganggu kondisi keuangan setelahnya. Ia menyarankan masyarakat menggunakan rumus pengelolaan THR yang sederhana, yakni membagi dana ke dalam tiga pos utama.
Sebanyak 50 persen dialokasikan untuk kebutuhan utama (living), seperti zakat, THR untuk pekerja rumah tangga, kebutuhan mudik, serta angpau Lebaran bagi keluarga atau kerabat. Kemudian 30 persen dapat digunakan untuk tabungan atau saving, misalnya menambah dana darurat atau melunasi utang agar beban keuangan berkurang setelah Lebaran.
Sementara itu, 20 persen sisanya dapat digunakan untuk kebutuhan pribadi atau playing, seperti membeli kebutuhan Lebaran maupun memberikan self reward. Namun, pengeluaran ini sebaiknya tetap dibatasi agar tidak melebihi alokasi yang telah ditentukan.
Selain itu, Prita juga menyarankan masyarakat menggunakan metode pos-pos digital atau amplop virtual untuk memisahkan alokasi dana sejak THR diterima. Cara ini dinilai efektif untuk menghindari pengeluaran impulsif karena setiap kebutuhan sudah memiliki anggaran tersendiri.
Ia juga mengingatkan bahwa prioritas utama penggunaan THR adalah kewajiban, seperti zakat dan kebutuhan keluarga. Setelah itu, barulah dana dapat digunakan untuk melunasi utang dan kebutuhan konsumsi Lebaran.
Dengan perencanaan yang tepat, THR tidak hanya habis untuk belanja sesaat, tetapi juga bisa membantu memperkuat kondisi keuangan setelah hari raya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....