Sensus Ekonomi Jadi Potret Utama Ekonomi Pesawaran

  • 10 Des 2025 10:58 WIB
  •  Bandar Lampung

KBRN, Bandarlampung: BPS Kabupaten Pesawaran menegaskan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) bukan hanya agenda pendataan rutin, melainkan instrumen strategis untuk membaca arah perekonomian daerah secara lebih presisi. Dalam sosialisasi yang digelar di Bandarlampung, Selasa (10/12/2025), Statistisi Ahli Madya BPS Pesawaran, Maya Narang Ali, saat memaparkan urgensi SE2026 dalam menyusun kebijakan ekonomi yang berbasis bukti dan bukan asumsi.

Maya menjelaskan sensus ekonomi berfungsi sebagai peta harta karun ekonomi Indonesia yang menggambarkan seluruh aktivitas usaha non-pertanian, dari skala mikro hingga perusahaan besar.

“Sensus ekonomi akan menyajikan data untuk pemerintah agar membuat kebijakan tepat sasaran,” ujar Maya.

Ia menambahkan SE2026 menjadi momentum krusial karena menyediakan data dasar seluruh kegiatan ekonomi sekaligus memotret tren usaha, digitalisasi, dan dinamika lingkungan bisnis.

Menurutnya, akurasi data sangat ditentukan oleh kemauan pelaku usaha untuk memberikan informasi yang benar dan lengkap. Maya menekankan empat langkah utama yang harus dilakukan pelaku usaha: menyediakan waktu saat didatangi petugas, menyiapkan data dasar usaha, memastikan usahanya terdata, serta memberikan jawaban secara jujur.

“Semakin akurat data, semakin tepat kebijakan yang lahir,” katanya, menegaskan.

Maya juga mengingatkan SE2026 tidak hanya bermanfaat bagi pemerintah, tetapi juga pelaku usaha itu sendiri. Data sensus memungkinkan dunia usaha membaca potensi pasar, memonitor daya saing wilayah, serta menentukan arah investasi. Dengan dominasi UMKM mencapai 99 persen di Pesawaran berdasarkan SE2016, data baru ini akan sangat penting untuk memetakan sektor yang tumbuh maupun yang stagnan.

Ia menyoroti pula isu kerahasiaan data yang kerap menjadi kekhawatiran pelaku usaha. BPS, tegasnya, wajib menjaga kerahasiaan identitas responden sesuai Undang-Undang Statistik, serta hanya mempublikasikan hasil dalam bentuk agregat.

“Data tidak digunakan untuk audit atau kepentingan perpajakan. Ini murni untuk statistik,” ucap Maya, menambahkan.

Maya berharap SE2026 mampu menjadi fondasi utama dalam mendorong transformasi ekonomi Pesawaran, terutama terkait adaptasi digital, perkembangan UMKM, dan peningkatan daya saing daerah. Ia menegaskan bahwa kolaborasi pemangku kepentingan, seperti pemerintah daerah, asosiasi, media, hingga pelaku usaha akan menentukan keberhasilan pemetaan ekonomi wilayah secara akurat dan bermanfaat bagi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....