Nvidia Raup Laba Berlipat, Investor Fokus Masa Depan

  • 31 Agt 2026 23:19 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandar Lampung - Nvidia kembali mencatatkan kinerja impresif di kuartal terakhir. Pendapatan perusahaan chip asal Amerika Serikat itu melonjak 106% secara tahunan, mencapai 96,2 miliar dolar AS. Sektor pusat data masih menjadi tulang punggung bisnis, dengan kontribusi 89 miliar dolar AS atau naik 117% dibanding tahun lalu.

Meski angka-angka itu terbilang gemilang, saham Nvidia justru baru bergerak naik setelah panggilan konferensi dengan analis, Rabu (26/8) malam. CFO Nvidia, Colette Kress, menyatakan proyeksi pertumbuhan pendapatan fiscal year 2028 mencapai 70%, jauh di atas ekspektasi pasar yang hanya 45%. Saham Nvidia pun ditutup menguat lebih dari 4% dalam perdagangan after-hours.

Keyakinan Nvidia terhadap pertumbuhan ekosistem AI menjadi motor utama optimisme. CEO Jensen Huang menegaskan, "Semua orang ingin jadi bagian dari revolusi AI. Semua harus ikut dalam pergeseran komputasi ini, dan semua harus membangun infrastruktur."

Namun, strategi pendanaan melingkar—di mana Nvidia juga ikut menanam modal di perusahaan teknologi lain untuk membangun infrastruktur AI—menuai kritik. Sebagian analis khawatir strategi ini bisa memicu permintaan buatan dan risiko kredit jika para pelanggan gagal meraih keuntungan berarti.

Baru-baru ini, Nvidia juga mengumumkan kerja sama dengan sejumlah firma Wall Street untuk memberikan pinjaman kepada pelanggan yang ingin membeli produk mereka. Langkah ini dinilai berisiko jika investasi besar-besaran di AI tidak membuahkan hasil.

Sementara itu, Nvidia dan Amazon memperluas kerja sama dengan kesepakatan baru. AWS akan menggunakan tambahan 2 juta unit GPU Nvidia, setelah sebelumnya pada Maret lalu mengumumkan penggunaan 1 juta unit.

Di tengah euforia AI, sejumlah pelaku pasar mulai mempertanyakan apakah valuasi saham teknologi sudah terlalu tinggi dan berpotensi menjadi gelembung. Namun, Huang tetap optimistis. "Semua layanan AI pada akhirnya akan menjangkau seluruh dunia, dan pusat data itu tidak hanya akan dibangun oleh mereka—tetapi akan berjalan di atas Nvidia," tegasnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....