Remaja 18–21 Tahun Taruhan Rp87 Triliun di Kalshi
- 31 Agt 2026 20:07 WIB
- Bandar Lampung
Poin Utama
- Kaum muda Amerika berusia 18-21 tahun telah mempertaruhkan estimasi USD 5,4 miliar (sekitar Rp87 triliun) di platform prediksi pasar Kalshi sepanjang tahun 2024.
- Platform Kalshi memungkinkan pengguna memasang taruhan atas berbagai kejadian seperti hasil pertandingan olahraga, pemilu, budaya pop, hingga cuaca dengan cara yang lebih terstruktur dibanding kasino konvensional.
- Kalshi diregulasi sebagai pasar keuangan oleh pemerintah federal AS melalui CFTC, sehingga terbuka untuk pengguna berusia 18 tahun ke atas, berbeda dengan kasino dan sportsbook legal yang mensyaratkan usia minimal 21 tahun.
RRI.CO.ID, Bandar Lampung - Gelombang platform prediksi pasar terus membesar. Kaum muda Amerika berusia 18 hingga 21 tahun—yang secara hukum dilarang masuk kasino dan sportsbook di hampir seluruh negara bagian—ternyata telah mempertaruhkan estimasi USD 5,4 miliar (sekitar Rp87 triliun) di platform prediksi pasar Kalshi sepanjang tahun ini.
Platform seperti Kalshi memungkinkan penggunanya memasang taruhan atas berbagai kejadian, mulai dari hasil pertandingan olahraga, pemilu, budaya pop, hingga cuaca. Bedanya dengan kasino konvensional: Kalshi diregulasi sebagai pasar keuangan oleh pemerintah federal AS melalui Commodity Futures Trading Commission (CFTC), sehingga terbuka bagi siapa pun yang berusia 18 tahun ke atas—bukan 21 tahun seperti syarat masuk kasino atau sportsbook legal di sebagian besar negara bagian.
Sekitar 80 persen dari total volume perdagangan Kalshi berasal dari kategori olahraga dan parlay—yakni paket taruhan yang bersifat "menang semua atau tidak sama sekali." Dari kelompok usia 18–21 tahun, diperkirakan USD 3,9 miliar ditransaksikan di kategori tersebut. Angka ini diprediksi masih akan terus naik memasuki musim sepak bola Amerika (NFL) di musim gugur.
"Biasanya ada penurunan di musim panas, tapi Piala Dunia mengubah segalanya. Musim gugur nanti, angkanya akan memecahkan rekor—dan itu pasti akan merambah ke kalangan mahasiswa," kata Jonathan Michaels, konsultan industri perjudian.
Secara keseluruhan, Kalshi telah mencatatkan volume perdagangan lebih dari USD 173 miliar tahun ini. Kelompok usia 18–21 tahun menyumbang 3,14 persen dari total volume tersebut, menurut juru bicara perusahaan.
Celah Hukum yang Dipersoalkan
Sejumlah anggota parlemen, pegiat konsumen, dan pakar adiksi memandang kerangka regulasi ini sebagai celah berbahaya bagi kesehatan finansial dan mental generasi muda. Asosiasi perjudian kasino (American Gaming Association) bahkan menyebutnya sebagai "pintu belakang" menuju taruhan olahraga ilegal.
"Banyak orang tua tidak menyadari bahwa anak kuliah mereka yang tidak boleh masuk sportsbook legal, kini bisa dengan mudah membuka ponsel dan bertaruh di Kalshi," kata Bill Miller, Presiden AGA.
Gugatan hukum tengah bergulir, didukung oleh 44 jaksa agung negara bagian, puluhan suku asli Amerika, dan industri kasino. Namun CFTC tetap mempertahankan kebijakan usia minimum 18 tahun dalam regulasi federal yang sedang digodok.
Ada yang Memilih Batasan Usia 21 Tahun
Sejumlah platform memilih jalur berbeda. Fanatics, raksasa merchandise olahraga, meluncurkan platform prediksi dengan batas usia 21 tahun. Platform baru Novig juga menerapkan kebijakan serupa setelah mendapat persetujuan CFTC pada Juni lalu, dan kini telah mencatatkan USD 450 juta dalam transaksi.
"Kami mendengar kekhawatiran dari NCAA dan liga olahraga profesional. Mahasiswa memang rentan terhadap perilaku trading yang tidak bertanggung jawab, dan kami tidak ingin itu menjadi bagian dari bisnis kami," ujar CEO Novig, Jacob Fortinsky.
Kalshi sendiri mengklaim telah menerapkan sejumlah perlindungan internal, termasuk batas setoran dan peringatan otomatis bagi pengguna berisiko, serta mengalokasikan USD 2 juta untuk program penanggulangan adiksi melalui National Council for Problem Gambling.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....