AS Tuduh Moonshot AI China Curi Teknologi Anthropic Secara Masif
- 27 Jul 2026 15:10 WIB
- Bandar Lampung
Poin Utama
- Michael Kratsios, Penasihat Sains dan Teknologi Presiden AS, secara terbuka menuduh Moonshot AI (perusahaan AI China) melakukan pencurian teknologi berskala besar terhadap Anthropic, perusahaan AI terkemuka Amerika Serikat.
- Moonshot AI diduga menggunakan teknik distilasi untuk mengekstrak kemampuan model AI canggih dari Anthropic ke dalam model yang lebih lemah untuk mengembangkan model terbarunya, Kimi K3.
- Model Kimi K3 yang dikembangkan melalui pencurian teknologi tersebut diklaim mampu menyaingi standar teknologi AI terbaik milik Amerika Serikat.
RRI.CO.ID, Bandar Lampung - Penasihat Sains dan Teknologi Presiden Amerika Serikat, Michael Kratsios, secara terbuka menuduh perusahaan kecerdasan buatan asal China, Moonshot AI, melakukan pencurian teknologi dalam skala besar terhadap Anthropic, salah satu perusahaan AI terkemuka di AS.
Kratsios menyatakan melalui platform X bahwa Moonshot AI menggunakan teknik yang dikenal sebagai distilasi — yakni proses mengekstrak kemampuan dari model AI yang lebih canggih ke model yang lebih lemah — untuk mengembangkan model terbarunya, Kimi K3. Model tersebut diklaim mampu menyaingi teknologi AI terbaik milik Amerika Serikat.
Tak hanya itu, Kratsios juga mengungkapkan bahwa Moonshot AI kemungkinan besar menggunakan server bertenaga chip Nvidia seri GB300 Grace Blackwell — perangkat keras yang telah masuk daftar larangan ekspor Washington sejak 2022, lantaran dikhawatirkan dimanfaatkan oleh militer China.
Kimi K3 mencuri perhatian dunia setelah diluncurkan pekan lalu. Moonshot AI berencana merilis model tersebut sebagai perangkat lunak sumber terbuka (open-source) pada 27 Juli 2026, menjadikannya model AI berskala besar pertama yang dapat diunduh dan dimodifikasi secara bebas oleh publik.
Merespons tuduhan tersebut, Kedutaan Besar China di Washington merujuk pada pernyataan juru bicara Kementerian Luar Negeri Lin Jian, yang menegaskan bahwa China menentang upaya "politisasi" isu perdagangan dan teknologi. Lin menekankan bahwa pengembangan AI China didasarkan pada prinsip "kontribusi bersama demi manfaat bersama."
Tuduhan ini muncul sehari setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan pihaknya akan menyelidiki dugaan pencurian kemampuan model AI Amerika oleh perusahaan-perusahaan China. Bessent juga memperingatkan bahwa sanksi "akan menjadi opsi di atas meja" bagi perusahaan China yang terbukti melakukan serangan distilasi dalam skala industri.
"Kami mendukung AI sumber terbuka dan inovasi yang dihasilkannya. Namun sumber terbuka bukan berarti bebas merampas kekayaan intelektual Amerika," tegas Bessent.
Sebelumnya, pada Juni lalu, Anthropic juga menuduh raksasa teknologi China, Alibaba, secara "ilegal" mengekstrak kemampuan model AI Claude miliknya melalui serangan distilasi serupa. Anthropic mendesak Kongres AS untuk menjatuhkan sanksi dan memperketat perlindungan terhadap teknologi AS.
Meningkatnya tekanan AS terhadap perusahaan AI China terjadi di tengah rencana pertemuan Presiden Trump dengan Presiden China Xi Jinping yang dijadwalkan berlangsung pada September mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....