Miliarder China Buron Divonis 30 Tahun Penjara AS

  • 01 Jul 2026 04:43 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandar Lampung - Pengusaha miliarder asal China yang mengasingkan diri, Guo Wengui, akhirnya harus mendekam di penjara Amerika Serikat selama 30 tahun. Vonis berat ini dijatuhkan setelah hakim federal menyebut aksi penipuannya sebagai kasus yang "mencengangkan" dan telah merugikan lebih dari 1.000 orang di seluruh dunia hingga ratusan juta dolar AS.

Guo, yang kabur dari China satu dekade lalu dan mengubah citranya sebagai pengkritik Partai Komunis China berbasis di AS, divonis di ruang sidang Manhattan yang dipadati para pendukungnya. Hakim Analisa Torres menegaskan bahwa Guo "memangsa mereka yang ingin membawa demokrasi ke China" demi membiayai gaya hidup mewahnya.

Drama di Ruang Sidang

Sebelum vonis dibacakan, Guo sempat memprotes perlakuan terhadapnya selama di tahanan. Ia mengaku dilarikan ke rumah sakit pada Senin dini hari dan membantah tudingan jaksa yang menyebutnya berpura-pura sakit. Melalui penerjemah, ia menceritakan kondisinya saat tiba di pengadilan sambil berkali-kali mengelap mulutnya dengan tisu.

Dalam pembelaannya yang singkat, Guo hanya menegaskan niatnya datang ke Amerika Serikat adalah untuk menghancurkan Partai Komunis China.

Hakim Torres, saat membacakan vonis, mengutip sejumlah surat dari para korban yang menceritakan kehilangan tabungan hidup mereka, mengalami kecemasan berat, rasa malu, hingga keretakan hubungan keluarga akibat keputusan investasi yang buruk. Torres menilai Guo tidak bertanggung jawab atas tindakannya dan justru bersikukuh bahwa perbuatannya tidak menimbulkan kerugian atau merugikan siapa pun, serta menyerukan para pendukungnya untuk melecehkan dan mengintimidasi pihak yang berani bersuara menentangnya.

Hakim juga memerintahkan Guo untuk membayar restitusi sebesar 889 juta dolar AS. Salah satu korban yang bersaksi dalam persidangan, Wei Chen, mengatakan penipuan Guo telah menghancurkan hidupnya dan keluarganya. Saat meninggalkan ruang sidang, Guo disambut tepuk tangan dan teriakan dari para pendukungnya.

Gaya Hidup Mewah dari Hasil Penipuan

Sebelum ditangkap dan ditahan tanpa jaminan tiga tahun lalu, Guo sempat dekat dengan strategis politik konservatif Steve Bannon. Keduanya bahkan pernah mengumumkan inisiatif bersama untuk menggulingkan pemerintah China pada 2020. Guo tinggal di apartemen mewah menghadap Central Park dan bergabung dengan klub golf Mar-a-Lago milik Presiden Donald Trump di Florida.

Jaksa penuntut meminta hukuman minimal 30 tahun penjara, menyebut penipuan yang dilakukan Guo sepanjang 2018-2023 sebagai aksi yang mengejutkan dan telah menghancurkan ratusan kehidupan, meninggalkan jejak korban dan keluarga yang hancur secara finansial, emosional, dan psikologis.

Dalam dokumen pengadilan, jaksa menyebut harta haram Guo digunakan untuk membiayai gaya hidup mewah berlebihan, mulai dari rumah mewah, kapal pesiar, mobil balap, pakaian rancangan desainer, hingga perabotan mewah.

Guo dinyatakan bersalah atas sembilan dari 12 dakwaan pidana dalam persidangan tujuh minggu yang mengungkap bagaimana ia menipu ribuan investor melalui kesepakatan bisnis bodong demi membiayai gaya hidup mewahnya.

Bantah Tudingan, Sebut Korban Persekusi

Tim pengacara Guo dalam dokumen pengadilan menyatakan kliennya adalah korban pengejaran besar-besaran dan mengancam nyawa yang dilakukan Partai Komunis China. Mereka menuduh partai tersebut merekrut kalangan elite di dunia bisnis, hiburan, dan politik AS untuk berkonspirasi melawan Guo.

Pengacara Guo juga menyebut hukuman penjara yang berat justru akan membenarkan kampanye hitam China dan mendorong upaya lebih lanjut untuk menyingkirkan para pembangkang China dari ruang publik, mengingat terdakwa kasus serupa umumnya hanya dijatuhi hukuman dua hingga empat tahun penjara.

Petugas pengawasan pengadilan bahkan mencatat bahwa Guo, yang juga dikenal sebagai Miles Guo dan Ho Wan Kwok, memiliki bekas luka dan cacat akibat penyiksaan fisik yang dialaminya di China serta menjalani sejumlah operasi perbaikan dari 1993 hingga 2022.

Menurut pengacaranya, kekayaan Guo bermula saat keluarganya menjadi pemegang saham terbesar perusahaan sekuritas publik terbesar di China. Namun ia menjadi target pemerintah China usai membongkar dugaan korupsi pejabat negara tersebut. Guo akhirnya pindah ke Hong Kong, London, lalu menetap di New York pada 2017.

Otoritas China sendiri pernah menuduhnya melakukan pemerkosaan, penculikan, dan penyuapan, namun tudingan tersebut dibantah keras oleh Guo.

Jaksa menyebut Guo berhasil meyakinkan ratusan ribu orang untuk menginvestasikan total lebih dari 1 miliar dolar AS ke berbagai entitas yang ia kendalikan, termasuk perusahaan medianya GTV Media Group Inc., serta Himalaya Farm Alliance dan Himalaya Exchange.

Dalam dokumen praperadilan, pemerintah AS menyebut Guo sama sekali tidak menyesali perbuatannya, bahkan memanfaatkan longgarnya aturan suaka di Amerika Serikat untuk terus berkembang dan menjalankan aksi penipuannya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....