Kereta Ekspres Pertama UEA Resmi Beroperasi

  • 01 Jul 2026 04:44 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandar Lampung - Uni Emirat Arab akhirnya mewujudkan mimpi besar di sektor transportasi. Layanan kereta penumpang nasional pertama negara itu resmi membawa penumpang berbayar, menandai dibukanya tahap awal jaringan kereta ekspres yang nantinya akan menghubungkan 11 kota di kawasan tersebut.

Perjalanan perdana dimulai dari Fujairah di tepi Teluk Oman pada pukul 05.34 waktu setempat, Selasa pagi. Membutuhkan waktu satu jam 45 menit untuk menempuh jarak sekitar 250 kilometer, kereta tersebut tiba di Stasiun Mohammed Bin Zayed City di ibu kota Abu Dhabi pukul 07.19.

Perjalanan ini menjadi yang pertama dari enam layanan yang dijadwalkan beroperasi pada hari pertama. Operator kereta, Etihad Rail, menyebut peluncuran ini sebagai "fase operasional perkenalan".

Sebelum peresmian, lebih dari 10.000 tiket telah terjual untuk layanan kereta baru ini, menurut keterangan resmi Etihad Rail.

Etihad Rail menjanjikan pengalaman perjalanan modern bagi para penumpangnya, lengkap dengan pendingin udara, Wi-Fi di dalam kereta, stopkontak listrik, hingga kursi yang dapat dipesan terlebih dahulu. Perusahaan juga menawarkan layanan kelas premium bagi penumpang yang menginginkan kenyamanan lebih.

Chief Operating Officer Etihad Rail, Azza Alsuwaidi, mengatakan keberangkatan pertama dari Fujairah pagi itu menjadi momen ketika visi nasional mulai hadir dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Menurutnya, kereta ini membuka cara baru bagi warga untuk terhubung satu sama lain, dengan peluang baru, serta dengan tempat-tempat yang membuat negara mereka begitu istimewa.

Jaringan kereta ini akan terus diperluas sepanjang tahun ini. Stasiun Kereta Dubai dan Stasiun Kereta Al Dhaid dijadwalkan beroperasi pada 30 September, disusul stasiun di Al Dhafra tiga bulan kemudian. Seluruh rute ditargetkan rampung pada akhir Maret tahun depan, ditandai dengan dibukanya stasiun di Sharjah.

Untuk tarif, penumpang dapat memilih kelas Comfort mulai dari AED55 atau sekitar 15 dolar AS, sementara kelas Premium dibanderol AED120 atau sekitar 33 dolar AS. Saat ini, Etihad Rail mengoperasikan 13 rangkaian kereta yang masing-masing mampu menampung 400 penumpang.

Jaringan kereta sepanjang 900 kilometer ini merupakan bagian dari rencana besar UEA untuk menekan jejak karbon dan mengembangkan sistem transportasi yang lebih berkelanjutan. Setelah seluruh stasiun beroperasi, jaringan ini akan menghubungkan Teluk Oman dengan Teluk Persia, melintasi wilayah emirat, masuk ke pedalaman Abu Dhabi, hingga mencapai Ghuweifat di perbatasan Arab Saudi.

Mengingat masyarakat Emirat dikenal sangat menyukai kendaraan pribadi, tantangan besar lainnya adalah memastikan kemudahan akses dari stasiun menuju rumah atau tujuan lain para penumpang.

Pejabat sementara Direktur Jenderal Integrated Transport Centre, lembaga pemerintah yang mengurusi transportasi, Abdulla Hamad AlGhfeli, menjelaskan pihaknya telah bekerja sama erat dengan Etihad Rail untuk mengintegrasikan layanan kereta penumpang dengan jaringan transportasi publik Abu Dhabi yang lebih luas. Tujuannya agar warga dan wisatawan dapat melanjutkan perjalanan mereka dengan mudah menggunakan bus, taksi, dan layanan mobilitas lainnya.

Meski peluncuran ini disambut antusias di dalam negeri, dampaknya terhadap sektor pariwisata internasional masih menjadi tanda tanya. Pendiri situs wisata kereta populer The Man in Seat 61, Mark Smith, mengaku belum yakin seberapa besar signifikansi layanan ini, mengingat saat ini jaringan tersebut belum menghubungkan Abu Dhabi dengan dunia luar.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....