Comcast Resmi Pisahkan NBC Universal dari Induk

  • 01 Jul 2026 04:44 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandar Lampung - Raksasa media dan telekomunikasi Comcast mengejutkan pasar dengan mengumumkan rencana memisahkan NBCUniversal, termasuk unit media Eropa Sky, menjadi perusahaan tersendiri yang akan tercatat di bursa saham secara terpisah dari bisnis inti broadband Comcast.

Langkah yang diumumkan pada Senin pagi waktu setempat ini langsung mendapat sambutan positif dari investor. Saham Comcast sempat melonjak lebih dari 20 persen dalam perdagangan pra-pembukaan, sebelum akhirnya ditutup menguat 5 persen di akhir sesi perdagangan.

Perusahaan baru hasil pemisahan ini nantinya akan menaungi sejumlah aset besar di industri hiburan, mulai dari studio film dan taman hiburan Universal, layanan streaming Peacock, hingga jaringan televisi ternama seperti NBC, Telemundo, dan Bravo. Konfigurasi ini diyakini analis akan menjadikan entitas baru tersebut sebagai target empuk bagi calon pembeli bermodal besar di masa depan.

Meski demikian, secara resmi Comcast membantah bahwa langkah pemisahan ini terkait dengan rencana penjualan aset. Perusahaan menegaskan bahwa NBCUniversal justru akan lebih siap untuk tumbuh secara mandiri setelah berpisah dari induknya.

CEO Comcast, Brian Roberts, menyebut rencana pemisahan ini akan membuka pendekatan manajemen yang lebih lincah dan menciptakan banyak peluang baru bagi kedua entitas usaha.

"Ini bukan soal memisahkan apa yang telah kami bangun bersama," ujar Roberts di hadapan para investor, Senin pagi. "Ini soal memposisikan dua bisnis unggulan agar dapat melangkah maju dengan fokus, kelincahan, dan kemampuan memaksimalkan peluang yang ada di depan."

Rencana pemisahan ini masih membutuhkan persetujuan regulator sebelum dapat direalisasikan. Comcast memperkirakan proses pemisahan penuh akan rampung dalam waktu sekitar satu tahun ke depan.

Dampak positif dari pengumuman ini turut dirasakan pesaing Comcast di industri broadband, Charter Communications, yang sahamnya melonjak sekitar 10 persen. Lonjakan ini mencerminkan spekulasi pelaku pasar bahwa Comcast dan Charter berpotensi melakukan merger di masa mendatang.

Selama bertahun-tahun, saham Comcast cenderung stagnan akibat keraguan pelaku pasar terhadap strategi penggabungan bisnis konten dan distribusi, terlebih di tengah persaingan ketat dengan platform streaming seperti Netflix.

Analis dari Lightshed Research, Rich Greenfield, menilai langkah ini sebagai keharusan bagi Comcast. Dalam wawancara dengan CNBC, ia menyebut pemisahan tersebut sebagai pengakuan bahwa sebenarnya tidak ada sinergi yang signifikan antara Comcast dan NBCUniversal.

Langkah ini sekaligus menjadi bukti bahwa pasar saat ini lebih mengapresiasi perusahaan dengan fokus bisnis tunggal. Setelah 15 tahun mengakuisisi NBCUniversal dengan gegap gempita, kini Comcast justru mengurai kembali penggabungan tersebut. Ke depan, Comcast akan lebih berfokus sebagai perusahaan penyedia layanan broadband dan nirkabel murni, sementara NBC akan tumbuh menjadi salah satu pemilik konten terbesar di industri.

Sebenarnya, ini bukan pengalaman pertama Comcast melakukan pemisahan bisnis. Pada Januari lalu, perusahaan telah memisahkan sebagian besar saluran kabelnya, termasuk CNBC dan MS NOW.

Para analis memprediksi gelombang aksi korporasi serupa akan terus berlanjut, menyusul rencana akuisisi Warner Bros. Discovery, induk perusahaan CNN, oleh Paramount. Meski begitu, bentuk konsolidasi industri media selanjutnya masih sulit diprediksi. Sejumlah analis bahkan mulai berspekulasi mengenai kemungkinan Netflix atau Apple tertarik mengakuisisi studio dan jaringan media milik NBCUniversal.

Dalam pengumumannya, Comcast menyebut Mike Cavanagh, yang saat ini menjabat co-CEO perusahaan, akan didapuk sebagai CEO NBCUniversal yang baru, termasuk membawahi Sky yang selama ini beroperasi secara terpisah.

Sementara itu, mantan Chief Financial Officer Comcast, Michael Angelakis, akan kembali bergabung untuk memimpin entitas Comcast pasca pemisahan aset media rampung dilakukan.

Comcast selama ini dikenal luas sebagai penyedia layanan internet broadband bagi jutaan rumah tangga di Amerika Serikat. Selain itu, perusahaan juga tengah mengembangkan bisnis layanan nirkabel serta menjadi penyedia teknologi bagi berbagai perusahaan lain di industri telekomunikasi.

Keluarga Roberts dipastikan tetap memegang kendali atas kedua entitas usaha. Dalam memo internal kepada karyawan, disebutkan bahwa Brian Roberts akan tetap terlibat aktif di kedua perusahaan, bekerja sama dengan Mike dan Michael, dengan fokus khusus pada area pertumbuhan baru, kreativitas, dan peluang yang akan tercipta dari struktur bisnis yang baru ini.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....