Korea Selatan Gelontorkan Rp9.300 T untuk Industri Chip AI
- 01 Jul 2026 04:45 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandar Lampung - Korea Selatan tancap gas di perlombaan teknologi global. Senin lalu, Presiden Lee Jae Myung mengumumkan rencana investasi raksasa senilai lebih dari 576 miliar dolar AS atau setara ribuan triliun rupiah untuk memperkuat dominasi negaranya di sektor semikonduktor dan kecerdasan buatan (AI) dalam beberapa tahun ke depan.
Pengumuman yang disiarkan langsung ini menjadi langkah paling berani Lee sejauh ini untuk menyelaraskan ambisi chip dan AI Korea Selatan dengan janji politiknya: memeratakan pembangunan ekonomi ke luar wilayah metropolitan Seoul. Lee tidak sendirian saat menyampaikan rencana tersebut. Ia didampingi langsung oleh para petinggi Samsung Electronics dan SK Hynix, dua produsen chip memori terbesar di dunia.
"Kita harus mengamankan elemen inti AI lebih cepat dari negara mana pun," tegas Lee. Menurutnya, semikonduktor, AI fisik, dan pusat data AI menjadi tiga poros utama lompatan besar Korea Selatan ke depan.
Berdasarkan rencana tersebut, Samsung dan SK Hynix bersama para pemasoknya akan menggelontorkan dana sekitar 800 triliun won, atau sekitar 517,87 miliar dolar AS, untuk membangun masing-masing dua fasilitas produksi chip baru di kawasan barat daya Korea Selatan.
Tak hanya itu, pemerintah kota Gwangju dan Provinsi Jeolla Selatan turut mengucurkan dana 5 hingga 20 triliun won untuk mendukung proyek-proyek ini. Sementara itu, kawasan Chungcheong yang berdekatan dengan Seoul bakal kebagian investasi tambahan sebesar 81 triliun won untuk membangun klaster pengemasan chip.
Lee menjelaskan, kawasan barat daya dipilih karena memiliki cadangan listrik yang melimpah namun belum banyak dimanfaatkan, sehingga cocok dijadikan pusat klaster produksi chip skala besar.
"Untuk memenuhi permintaan semikonduktor yang terus melonjak, kita perlu segera merampungkan pusat-pusat produksi yang saat ini masih dalam tahap pembangunan," ujarnya.
Ia menambahkan, fasilitas yang ada di Yongin dan Pyeongtaek selama ini sudah mencapai batas kapasitas maksimalnya. Karena itu, investasi besar-besaran di wilayah baru menjadi langkah strategis untuk mengantisipasi lonjakan permintaan AI ke depan.
Chip memori berkecepatan tinggi atau high-bandwidth memory besutan Samsung dan SK Hynix kini menjadi komponen krusial dalam perlombaan global membangun sistem AI canggih. Kedua perusahaan tersebut sebelumnya telah mengoperasikan fasilitas semikonduktor besar di sekitar wilayah metropolitan Seoul.
Para pengamat industri menilai, diversifikasi investasi chip ke luar Seoul berpotensi mengurai kepadatan infrastruktur yang selama ini terpusat. Namun, mereka juga mengingatkan bahwa membangun pabrik chip mutakhir membutuhkan pasokan listrik dan air dalam jumlah besar, sistem logistik yang andal, jaringan pemasok yang kuat, serta tenaga kerja terampil—elemen-elemen yang belum tentu bisa terbangun secepat lonjakan permintaan AI di wilayah baru tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....