Transaksi QRIS di Lampung Tembus Rp2 Triliun
- 18 Jun 2026 20:54 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Lampung Selatan: Bank Indonesia Provinsi Lampung mencatat jumlah merchant QRIS di Lampung mencapai 889 ribu merchant hingga April 2026. Selama empat bulan pertama tahun ini, nilai transaksi QRIS hampir menyentuh Rp2 triliun dengan volume transaksi mencapai 22,4 juta transaksi.
Data tersebut disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Bimo Epyanto saat Kick Off Semarak Inspirasi Gebyar Edukasi Rupiah (SIGER Fest) 2026 di Institut Teknologi Sumatera (Itera), Lampung Selatan, Kamis 18 Juni 2026.
Menurut Bimo, capaian tersebut menunjukkan kuatnya sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, industri sistem pembayaran, dan masyarakat dalam mendorong transformasi digital di Lampung.
"Pemerintah daerah berperan dalam mendorong digitalisasi layanan publik dan transaksi pemerintah daerah, pelaku usaha memperluas akseptasi pembayaran digital, akademisi menjadi pusat inovasi dan edukasi, sementara masyarakat menjadi penggerak utama keberhasilan transformasi digital," kata Bimo.
Berangkat dari perkembangan tersebut, Bank Indonesia kembali menyelenggarakan SIGER Fest 2026 untuk memperluas penggunaan transaksi digital sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan digital di Provinsi Lampung.
Bimo menjelaskan, SIGER Fest tahun ini dirancang melibatkan partisipasi masyarakat secara luas melalui berbagai kegiatan, mulai dari kompetisi padel, bola basket, lomba lari, hingga e-sports yang banyak diminati generasi muda.
Selain itu, kegiatan tersebut juga menghadirkan festival kuliner melalui program QRIS Jelajah Kuliner Nusantara yang bertujuan memperkenalkan kuliner khas daerah sekaligus mendorong penggunaan pembayaran non-tunai.
Bank Indonesia juga menempatkan edukasi dan literasi keuangan digital sebagai salah satu fokus utama melalui berbagai program sosialisasi kepada masyarakat.
Menurut Bimo, seluruh pemangku kepentingan memiliki peran yang sama penting dalam mengembangkan ekonomi dan keuangan digital yang inklusif.
"Melalui pendekatan kolaboratif, pengembangan ekonomi dan keuangan digital dapat diarahkan untuk mendukung peningkatan kualitas layanan publik, pengembangan UMKM, peningkatan literasi masyarakat, serta pemberdayaan ekonomi berkelanjutan," ujarnya.
Bimo berharap SIGER Fest 2026 dapat menjadi momentum memperkuat kolaborasi dalam membangun ekosistem ekonomi dan keuangan digital di Lampung yang tidak hanya meningkatkan efisiensi transaksi dan kualitas layanan publik, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....