Pil Baru Harapan Bagi Penderita Kanker Pankreas
- 31 Mei 2026 21:03 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandar Lampung - Sebuah pil eksperimental menunjukkan hasil yang menjanjikan bagi penderita kanker pankreas stadium lanjut. Temuan ini diumumkan para peneliti dan dipublikasikan dalam New England Journal of Medicine, Minggu (1/6/2025), bersamaan dengan pertemuan tahunan American Society for Clinical Oncology (ASCO) di Chicago.
Obat yang bernama daraxonrasib ini bekerja dengan memblokir protein bermutasi yang mendorong pertumbuhan tumor pada lebih dari 90 persen kasus kanker pankreas — sebuah target yang selama puluhan tahun dianggap mustahil untuk diterapi.
Dalam uji klinis terhadap 500 pasien dengan kanker pankreas metastatik yang tidak lagi merespons kemoterapi sebelumnya, pasien yang mengonsumsi daraxonrasib bertahan hidup rata-rata 13,2 bulan. Angka ini jauh melampaui rata-rata 6,7 bulan pada kelompok yang melanjutkan kemoterapi. Selain itu, pasien melaporkan rasa sakit yang lebih ringan dan kualitas hidup yang lebih baik selama menjalani terapi.
"Meski bukan obat yang menyembuhkan kanker, ini adalah langkah maju yang sangat besar," ujar Dr. Zev Wainberg dari University of California, Los Angeles, salah satu pemimpin penelitian ini.
Respons emosional datang dari Dr. Rachna Shroff, Direktur Onkologi di University of Arizona Cancer Center. "Setelah 16 tahun mengobati kanker pankreas, saya benar-benar menangis," ungkapnya ketika pertama kali melihat hasil penelitian ini di forum ASCO. Ia terkesan dengan fakta bahwa pasien bertahan menggunakan obat ini karena manfaatnya yang nyata dan berkelanjutan.
Daraxonrasib menargetkan mutasi pada gen keluarga RAS, khususnya mutasi KRAS yang menjadi pendorong utama kanker pankreas. Selama bertahun-tahun, protein bermutasi ini dianggap "tidak bisa diobati" karena strukturnya menyulitkan obat untuk menempel. Obat buatan Revolution Medicines ini memecahkan hambatan tersebut dengan menggunakan semacam perekat molekuler yang mampu berikatan dengan berbagai subtipe KRAS sekaligus.
Dr. Brian Wolpin dari Dana-Farber Cancer Institute menyebut daraxonrasib seharusnya menjadi "standar perawatan baru" bagi pasien kanker pankreas metastatik yang telah menjalani terapi sebelumnya. Para peneliti juga berencana mengeksplorasi penggunaan obat ini pada stadium lebih awal, termasuk kemungkinan penyusutan tumor yang memungkinkan lebih banyak pasien menjalani operasi.
Kanker pankreas termasuk salah satu jenis kanker paling mematikan karena sulit terdeteksi sebelum menyebar ke organ lain. American Cancer Society memperkirakan sekitar 67.000 kasus baru akan didiagnosis di Amerika Serikat tahun ini, dengan lebih dari 52.000 kematian. Tingkat kelangsungan hidup lima tahun hanya 13 persen.
Food and Drug Administration (FDA) AS berencana mempercepat proses tinjauan terhadap obat ini dan saat ini tengah membuka akses diperluas bagi pasien yang memenuhi kriteria tertentu. Obat ini sempat menarik perhatian publik luas setelah mantan Senator AS Ben Sasse menceritakan di acara 60 Minutes bagaimana kondisinya membaik saat mengonsumsinya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....