Waspada Penipuan Kloning Suara AI yang Makin Canggih

  • 31 Mei 2026 19:25 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandar Lampung - Penipuan menggunakan teknologi voice cloning atau kloning suara berbasis AI (kecerdasan buatan) tengah marak terjadi di berbagai negara. Teknologi ini memungkinkan siapa pun menciptakan tiruan suara seseorang yang sangat meyakinkan hanya dari rekaman audio berdurasi beberapa detik.

Berdasarkan data Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI), kerugian akibat penipuan berbasis AI di AS tahun lalu mencapai lebih dari 893 juta dolar, mencakup serangan kloning suara, email phishing bertenaga AI, penipuan asmara, dan berbagai modus hoaks lainnya.

Para penipu bisa meniru suara siapa saja, mulai dari anggota keluarga, teman, rekan kerja, hingga petugas layanan profesional. Sejumlah bank besar, termasuk Starling di Inggris dan Commonwealth Bank of Australia, telah memperingatkan nasabah mereka untuk mewaspadai modus ini.

Bagaimana Cara Kerjanya?

Penipu mengambil sampel suara seseorang dari media sosial atau rekaman percakapan sebelumnya, lalu merekayasanya menjadi suara tiruan. Suara tersebut kemudian digunakan untuk berpura-pura menjadi orang yang dikenal korban, misalnya mengaku diculik atau ditahan, lalu mendesak korban mengirim uang tebusan.

Dalam kasus yang lebih canggih, penipu menggunakan teknik voice skinning yang memungkinkan percakapan dua arah secara real-time, sehingga suara tiruan terdengar lebih meyakinkan. Mereka juga kerap memalsukan nomor telepon penelepon agar terlihat berasal dari orang yang dikenal.

Pakar AI Henry Ajder menegaskan bahwa tiruan suara AI kini sudah sedemikian realistis sehingga sebagian besar orang tidak lagi mampu membedakannya dari suara manusia asli.

Cara Melindungi Diri

Para ahli menyarankan agar masyarakat tidak hanya mengandalkan ciri-ciri teknis suara untuk mendeteksi penipuan, melainkan memperhatikan tanda-tanda umum berikut:

  • Apakah penelepon menciptakan rasa urgensi atau memberi tenggat waktu?
  • Apakah ia meminta Anda merahasiakan percakapan dari orang lain?
  • Apakah ia meminta transfer uang dalam jumlah besar dengan cara tidak lazim?

Jika menerima telepon mencurigakan semacam itu, segera hubungi orang yang bersangkutan melalui cara lain, misalnya pesan teks, atau melalui orang yang mengetahui keberadaannya.

Keluarga dan rekan kerja juga disarankan membuat kata sandi rahasia yang hanya diketahui kalangan terbatas dan tidak dapat ditemukan di internet, sebagai cara verifikasi identitas di situasi darurat.

"Lebih baik ditertawakan karena mengira seseorang adalah robot, daripada berlari ke ATM untuk mentransfer uang kepada penipu," ujar Ajder.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....