Meta PHK 10% Karyawan, Genjot Investasi AI
- 30 Apr 2026 21:47 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandar Lampung - Meta Platforms Inc. mengumumkan rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 10% dari total karyawannya atau setara dengan 8.000 orang. Langkah ini menjadi bagian dari tren efisiensi di industri teknologi yang semakin didorong oleh perkembangan kecerdasan buatan (AI).
Kebijakan tersebut akan mulai berlaku pada 20 Mei mendatang. Selain PHK, Meta juga menutup sekitar 6.000 posisi yang masih kosong, seperti yang disampaikan oleh Kepala Sumber Daya Manusia Meta, Janelle Gale, dalam memo internal yang dikonfirmasi kepada CNN.
"Kami melakukan ini sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk menjalankan perusahaan secara lebih efisien dan mengimbangi investasi besar yang kami lakukan," tulis Gale.
Meta, yang juga diikuti raksasa teknologi lain, tengah gencar membelanjakan modal untuk AI. Sepanjang tahun 2025, perusahaan menggelontorkan 72,2 miliar dolar AS untuk pusat data dan infrastruktur AI. Angka itu diperkirakan melonjak menjadi setidaknya 115 miliar dolar AS pada tahun 2026. Meta juga mengakuisisi startup AI ternama seperti Moltbook dan Manus guna bersaing dengan OpenAI.
Akibat kebijakan ini, saham Meta (META) ditutup turun lebih dari 2% pada Kamis (30/4) sore waktu setempat.
CEO Meta, Mark Zuckerberg, sebelumnya mengisyaratkan bahwa tahun 2026 akan menjadi awal perubahan drastis dalam cara kerja perusahaan berkat AI. "Kami mulai melihat proyek yang dulu butuh tim besar kini diselesaikan oleh satu orang yang sangat berbakat," ujar Zuckerberg.
Sebagai pesangon, Meta menawarkan karyawan di AS sebanyak 16 minggu gaji pokok ditambah dua minggu untuk setiap tahun masa kerja. Paket serupa juga diberikan untuk karyawan internasional.
Sejak tahun 2022, Meta telah melakukan PHK puluhan ribu karyawan, yang awalnya disebabkan oleh penyesuaian pasca lonjakan pengguna dan perekrutan saat pandemi. Tahun lalu, perusahaan juga memangkas 5% karyawan dengan kinerja terendah, namun banyak posisi yang diisi kembali. Kini, efisiensi justru dikaitkan dengan percepatan adopsi AI.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....