China Blokir Akuisisi Meta atas Startup AI Manus

  • 30 Apr 2026 21:44 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandar Lampung - Pemerintah China melalui badan perencana negara mengumumkan keputusan singkat pada Senin (30/4/2026), memerintahkan Meta dan Manus membatalkan kesepakatan tersebut. Langkah ini menyusul penyelidikan yang diluncurkan Beijing awal tahun ini.

Keputusan itu diambil hanya beberapa minggu menjelang KTT Presiden AS Donald Trump dengan Ketua Xi Jinping di Beijing. Keduanya dijadwalkan membahas isu krusial seperti perdagangan dan pengendalian teknologi.

Pemblokiran ini mempertegas perpecahan pengembangan teknologi global di tengah ketegangan AS-China yang kian memanas. Lingkungan investasi lintas batas di sektor kritis seperti AI dan semikonduktor pun semakin sulit.

Meski demikian, pembatalan kesepakatan sulit dilakukan secara praktis. Setelah pengumuman akuisisi akhir Desember lalu, Meta telah mengintegrasikan Manus ke sistem internalnya, sementara eksekutif startup itu bergabung dengan raksasa teknologi AS tersebut.

Bagi Meta, ini berarti peluang terlewat untuk perkuat kemampuan AI-nya, di tengah persaingan ketat dengan Google dan OpenAI.

Juru bicara Meta menyatakan kepada CNN bahwa transaksi tersebut "sepenuhnya sesuai hukum yang berlaku". Perusahaan berharap "resolusi tepat" dari penyelidikan Beijing, meski tak merinci caranya.

Manus, didirikan di China, mencuri perhatian industri saat meluncurkan agen AI otonom pada Maret tahun lalu—sistem yang bertindak mandiri atas nama pengguna. Bagi warga China, keberhasilan startup lokal ini jadi kebanggaan nasional.

Namun, sentimen publik berubah setelah Manus pindah markas dan operasi utama ke Singapura, lalu diakuisisi Meta. Di media sosial China, banyak yang menyebutnya "pengkhianatan" dan "jual aset ke AS", yang memberlakukan kontrol ekspor ketat untuk hambat kemajuan AI China.

Beijing segera selidiki akuisisi itu pada Januari, untuk cegah startup China lain ikut jejak. Belum jelas langkah lanjutan, tapi analis khawatir respons keras seperti ini bisa redam jiwa wirausaha global dan dorong talenta pindah ke luar negeri.

Bulan lalu, Financial Times melaporkan dua pendiri Manus, Xiao Hong dan Ji Yichao, dilarang keluar China selama penyelidikan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....